Kasus Pembunuhan Suami Istri di Bangoan Tulungagung Dihentikan, Pelaku Dinyatakan Sakit Jiwa Berat

Kasus pembunuhan sepasang suami istri warga Desa Bangoan, Kecamatan Kedungwaru, Barno (65) dan Sumini (60), dihentikan.

Kasus Pembunuhan Suami Istri di Bangoan Tulungagung Dihentikan, Pelaku Dinyatakan Sakit Jiwa Berat
TRIBUNJATIM.COM/DAVID YOHANES
Kasat Reskrim Polres Tulungagung, AKP Hendro Tri Wahyono saat ditemui pada Kamis (31/1/2019). 

TRIBUNJATIM.COM, TULUNGAGUNG - Kasus pembunuhan sepasang suami istri warga Desa Bangoan, Kecamatan Kedungwaru, Barno (65) dan Sumini (60), dihentikan.

Penghentian ini setelah tersangka, Matal (51), tetangga korban, dinyatakan sakit jiwa berat.

Kasat Reskrim Polres Tulungagung, AKP Hendro Tri Wahyono mengungkapkan, sebelumnya berkas Matal sempat dilimpahkan ke Kejaksaan Negeri Tulungagung.

Namun oleh Jaksa, berkas itu dinyatakan P19 (dikembalikan ke polisi), dengan alasan Matal tidak bisa dituntut.

“Sebelumnya Matal memang sudah pernah menjalani pemeriksaan kejiwaan dan hasilnya memang sakit jiwa berat,” terang Hendro, Kamis (31/1/2019).

Alami Gangguan Jiwa, Pria di Tulungagung Bunuh Pasutri, Lihat Video Detik-detik Polisi Menangkapnya

Atas dasar berkas perkara P19 dari Kejaksaan, polisi kemudian menerbitkan Surat Perintah Penghentian Penyidikan (SP3).

Masih menurut Hendro, pihaknya juga berkoordinasi dengan keluarga Matal untuk membawa ke Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Lawang, Malang.

Sebelum dikirim ke RSJ Lawang, Matal ditahan di Mapolres Tulungagung, karena khawatir akan dihakimi warga.

“Nanti kalau sudah sembuh, kami akan berkoordinasi lagi dengan Kejaksaan. Apakah bisa dilanjutkan lagi atau tidak,” sambung Hendro.

Sejauh ini muncul penolakan warga Desa Bangoan terhadap Matal, jika dikembalikan ke masyarakat.

Halaman
12
Penulis: David Yohanes
Editor: Ani Susanti
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved