Breaking News:

Soal Bagasi Berbayar, Bambang Haryo Usulkan ke Pemerintah Bikin Maskapai Penerbangan Low Cost

Anggota Komisi V DPR RI Bambang Haryo mengusulkan ke pemerintah untuk membuat sebuah maskapai Penerbangan Low Cost.

Penulis: Luhur Pambudi | Editor: Yoni Iskandar
yoni Iskandar/Tribunjatim
Anggota Komisi V DPR RI Bambang Haryo saat berkunjung ke kantor Harian Surya, Kamis (31/1/2019) 

Laporan Wartawan TribunJatim.com,  Luhur Pambudi

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Ditengah polemik tentang bagasi berbayar yang sedang menunggu hasil kajian Kemenhub hingga jangka waktu yang belum ditentukan.

Anggota Komisi V DPR RI Bambang Haryo mengusulkan ke pemerintah untuk membuat sebuah maskapai Penerbangan Low Cost.

Usulan itu berdasarkan data jumlah pengguna moda transportasi pesawat terbang, ternyata didominasi kalangan menengah.

"85 persen pengguna transportasi pesawat orang-orang pengguna maskapai low cost loh," katanya saat ditemui awak media di Cafe Bangi Kopitiam Jalan Walikota Mustajab, Surabaya, Kamis (31/1/2019).

Andaikan usulan ini terealisasi, dan pemerintah mau serius memfasilitasi.

Hasil Girona Vs Real Madrid, Tekuk Girona, Real Madrid Lolos ke Babak Semifinal Copa del Rey

Hujan Deras Bikin Banjir di Balongsari Surabaya, Banyak Kendaraan Terendam Air dan Mogok

Viral, Video Anggota DPR RI Bambang Haryo Menangis Saat Sidak di Bandara Juanda

Ternyata income keuntungan yang bisa didapat dari Penerbangan Low Cost ini lebih besar dibanding Penerbangan Economi Full Service.

Caranya, pemerintah bisa menutupi beban biaya yang biasanya dikenakan kepada para penumpang yang menggunakan jasa maskapai penerbangan Economi Full Service.

Seperti harga landing fee dibuat lebih murah mengikuti Penerbangan Low Cost dan ada terminal khusus untuk penerbangan low cost.

"Jadi peran pemerintah di sini sangat penting, penerbangan low cost tidak jadi satu dengan economi full service," lanjutnya.

Bambang mengaku, usulannya itu didasari oleh sistem pembayaran yang diterapkan oleh maskapai penerbangan di negara-negara lain, seperti Negara Inggris.

Di sana, lanjut Pengusaha Kapal Ferry itu, biaya bagasi dan tiket penerbangan yang dibebankan ke calon penumpang, harganya tidak lebih dari biaya penerbangan Economi full service.

"Biaya soal bagasi dan lain-lain, tidak lebih dari sepertiga harga economi full service. Makanya pemerintah harus segera buat terminal khusus low cost," tandasnya.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved