BNNP Jatim Masih Mendalami Peredaran Sabu 18 Kg Melalui Rekening para Pelaku

Usai menangkap lima pelaku peredaran 18 kilogram sabu, BNN Provinsi Jawa Timur masih mendalami transaksi yang dilakukan para pelaku.

BNNP Jatim Masih Mendalami Peredaran Sabu 18 Kg Melalui Rekening para Pelaku
ISTIMEWA/TRIBUNJATIM.COM
BNN Provinsi Jawa Timur mengungkap peredaran 18 kilogram sabu dan menangkap tujuh orang, Senin (4/2/2019). 

Laporan Wartawan TribunJatim.com, Pradhitya Fauzi

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Usai menangkap lima pelaku peredaran 18 kilogram sabu, BNN Provinsi Jawa Timur masih mendalami transaksi yang dilakukan para pelaku.

Pendalaman yang dilakukan BNN Provinsi Jawa Timur adalah dengan menelusuri dana yang ada dalam masing-masing rekening para pelaku.

"Nanti, kami cek adakah yang fantastis asetnya di rekeningnya," kata Kepala BNN Provinsi Jawa Timur, Brigjen Pol Bambang Budi Santoso, Senin (4/2/2019).

Seorang Pengedar Sabu-sabu Sempat Tak Mengakui Saat Diinterogasi BNNP Jatim

Bongkar Peredaran 18 Kg Sabu, Kepala BNNP Jatim: Saya Lebih Suka Mengungkap daripada Menangkap

Kata Brigjen Pol Bambang Budi Santoso, pihaknya masih mendalami seorang kurir bernama Edi yang diketahui tewas saat perjalanan dari Kuala Lumpur, Malaysia menuju Indonesia.

Kendati telah dinyatakan tewas lantaran terkena serangan jantung, menurut Bambang, bukan berarti lolos dari pengungkapan sabu seberat 18 kilogram.

"Karena sejatinya, orangnya sudah mati ini yang bawa (yang memiliki sabu), tetapi yang bertanggung jawab ada satu orang yang mau terbang ke sini, kena serangan jantung, dan mati," tandasnya.

Ketahuan Simpan 10 Poket Sabu-sabu di Wadah Tusuk Gigi, Pria Pasuruan Ini Ditahan Polda Jatim

Barisan Santri Merah Putih Ajak Pakde Karwo Dukung Jokowi-Ma’ruf Amin

Kenalkan Prabowo-Sandi, PKS Tuban Turun ke Jalan Gelar Aksi Simpatik

Sebelumnya, BNN Provinsi Jawa Timur telah menangkap lima pelaku peredaran sabu di Jawa Timur.

Kelima pelaku itu adalah Febriadi (35) warga Dumai, Riau, Hasan (33) asal Sampang, Madura, Andi Gunawan (48) asal Dumai, Riau, Iskandar (55) asal Rupat, Bengkalis, dan Wati Sriayu asal Brebes, Jawa Tengah.

Ketika didalami, pihak BNNP Jatim mendapati pendana yaitu, Adolf dan Erlin.

Brigjen Pol Bambang Budi Santoso juga mengatakan, pihaknya masih mengembangkan kasus tersebut.

Yuk Subscribe YouTube Channel TribunJatim.com:

Penulis: Pradhitya Fauzi
Editor: Dwi Prastika
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved