Disidang Curi Motor di Teras Rumah, Terdakwa Ini Tampak Takut Saat Tahu Kalau Korban Adalah TNI

Disidang Curi Motor di Teras Rumah, Terdakwa Ini Tampak Takut Saat Tahu Kalau Korban Adalah Anggota TNI.

TRIBUNJATIM.COM/SAMSUL ARIFIN
Terdakwa 1, Holil (tengah) dan terdakwa 2, Sahrul (paling kiri) saat jalani sidang di Ruang Tirta 1, PN Surabaya, Senin, (4/2/2019). 

“Saya tidak tahu kalau pemiliknya Anggota TNI,” akunya sembari tertunduk.

Pengakuannya ini membuat seisi ruangan sidang tertawa karena tingkah terdakwa itu seperti ketakutan.

Mulanya, terdakwa yang saat itu bersama Andre (DPO) sejak awal berniat untuk mencuri motor, dia mengaku melakukan perbuatan tersebut lantaran butuh dana untuk menghidupi kesehariannya karena upah menjadi kuli bangunan tak cukup.

Berbekal kunci leter T, terdakwa melihat motor Suzuki milik saksi korban diparkir di teras rumah.

Bak gayung bersambut, pagar dari halaman rumah tersebut tidak terkunci sehingga melancarkan aksi terdakwa itu.

Kemudian, terdakwa keluar pagar sambil berjaga di luar untuk mengawasi keadaan di sekitarnya, sedangkan Andre yang berada di teras rumah segara mengambil sepeda motor tersebut dengan cara merusak kabel kontak sepeda motor.

Lalu dia menjual motor tersebut kepada terdakwa Syahrul dengan harga Rp 2,5 juta.

Akibat perbuatannya, Holil didakwa Pasal 363 ayat (1) ke-3, ke-4, ke-5 KUHP oleh JPU Kejari Surabaya, Maryani dan terancam hukuman penjara maksimal 7 tahun penjara.

Penulis: Samsul Arifin
Editor: Sudarma Adi
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved