Kontroversi Penggunaan GPS oleh Driver Ojek Online, Budi Karya Sumadi: Boleh, Tapi Berhenti Dulu

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengatakan, dirinya mendukung larangan penggunaan GPS pada telepon genggam ketika berkendara.

Kontroversi Penggunaan GPS oleh Driver Ojek Online, Budi Karya Sumadi: Boleh, Tapi Berhenti Dulu
TRIBUNJATIM.COM/TRIANA KUSUMA
Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi 

Laporan Wartawan TribunJatim.com, Sofyan Arif Candra Sakti

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Menteri Perhubungan (Menhub), Budi Karya Sumadi mengatakan, dirinya mendukung larangan penggunaan global positioning system (GPS) pada telepon genggam ketika berkendara.

Pasalnya saat ini para driver ojek online (ojol) kerap kali menggunakan GPS pada telepon genggam saat menyetir.

Budi Karya Sumadi mengatakan, seharusnya ketika sopir hendak menggunakan GPS, ia harus menepi dan berhenti terlebih dahulu.

2 Cara Gunakan Google Maps, Akuratkan GPS hingga Bisa Jalan-jalan Tanpa Internet

Ada Sarasehan Kebangsaan di INSTIKA Sumenep, Mahfud MD Jadi Salah Seorang Penyaji

"GPS itu boleh, tapi berhenti, jangan pas lagi jalan sambil pakai GPS. Kalau ngomong larangan GPS itu bukan larangan, tapi larangan saat mengendarai. Kalau mau pakai GPS pakai aja. Jadi gak dikontroversikan," jelasnya saat di Surabaya, Senin (4/2/2019).

Hal tersebut sekaligus menjawab polemik keputusan Mahkamah Konstitusi (MK) yang menolak uji materi terhadap Undang-undang terkait larangan penggunaan GPS pada telepon genggan ketika berkendara.

Pelarangan penggunaan GPS saat berkendara, lanjut Budi Karya Sumadi adalah untuk keselamatan, bukan hanya sopir dan pengguna ojek online tapi juga untuk semua pengguna jalan.

Banyak Hoax Menyerang Dirinya, Jokowi Pinjam Jargon Mikir! Milik Cak Lontong

Kenalkan Prabowo-Sandi, PKS Tuban Turun ke Jalan Gelar Aksi Simpatik

Walaupun nantinya akan menambah waktu tempuh, menurut Budi Karya Sumadi, hal tersebut tidak menjadi masalah yang besar dan masih lebih penting keselamatan.

"Jadi kalau biasanya nganter orang setengah jam, kalau berhentinya 3 kali ya tambah 6 menit gak apa-apa," jelasnya.

Budi Karya Sumadi menegaskan, peraturan ini berlaku untuk semua pengguna jalan, baik itu sopir ojek online roda dua dan roda empat, maupun pengguna jalan pada umumnya.

Yuk Subscribe YouTube Channel TribunJatim.com:

Penulis: Sofyan Arif Candra Sakti
Editor: Dwi Prastika
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved