Dishub Sidoarjo Manfaatkan Halte untuk Penjemputan Bus Sekolah

Dinas Perhubungan (Dishub) Sidoarjo terus menyiapkan berbagai kebutuhan jelang pelaksanaan operasional angkutan sekolah gratis.

Dishub Sidoarjo Manfaatkan Halte untuk Penjemputan Bus Sekolah
Instagram/lovesuroboyo
Bus Sekolah Surabaya 

 TRIBUNJATIM.COM, SIDOARJO - Dinas Perhubungan (Dishub) Sidoarjo terus menyiapkan berbagai kebutuhan jelang pelaksanaan operasional angkutan sekolah gratis.

Termasuk sarana dan prasarana dalam penjemputan, rute, titik pemberhentian, dan proses antarjemput siswa saat berangkat maupun pulang sekolah.

"Titik kumpul dan penjemputan bakal memanfaatkan fasilitas umum perumahan dan halte angkutan umum yang sudah ada," ungkap Kepala Dishub Sidoarjo M Bahrul Amiq kepada Tribunjatim.com, Selasa (5/2/2018).

Dijelaskan bahwa sebenarnya dishub telah sejak lama menyiapkan titik penjemputan. Lokasinya di halte Bus Rapit Transit (BRT). Namun jumlah Halte BRT di Sidoarjo hanya 18. Tersebar dari Porong hingga Waru.

"Jumlah itu kurang, sehingga harus ditambah. Selain itu, halte yang ada juga belum menjangkau kawasan hunian. Padahal angkutan sekolah ini kan tujuannya untuk memudahkan siswa," urainya kepada Tribunjatim.com.

Untuk memenuhi fasilitas tersebut, pemkab akan menambah tempat penjemputan siswa. Menurut Amig, awalnya dishub berencana membangun halte khusus angkutan sekolah. Namun langkah itu dinilai membutuhkan biaya besar. Selain itu, pembangunanya memakan waktu yang lama.

Khofifah Viralkan Pantun untuk Pemenangan Jokowi-Maruf di Mataraman

Tujuh Sumber Air Kecamatan Bumiaji Kota Batu Jadi Andalan Wisatawan

Polres Mojokerto Bekuk Pelaku Penyebaran Video Mesum

"Solusinya akan memanfaatkan halte angkutan umum dan fasum perumahan. Halte untuk penjemputan di jalan protokol, sementara fasum perumahan untuk penjemputan yang lebih dekat dengan tempat tinggal siswa," sambungnya kepada Tribunjatim.com.

Untuk fasum, dishub memetakan sejumlah lahan perumahan. Seperti di Pondok Mutiara, Taman Pinang Indah (TPI) dan Pondok Jati. Di fasum yang dimanfaatkan untuk titik jemput, akan dipasangi rambu bertuliskan halte bus sekolah.

Pada tahap awal program angkutan sekolah gratis di Sidoarjo ini, baru siswa SMP yang bakal dilayani. Menurut Kabid Angkutan Dishub Sidoarjo, Edy Sutiono, jumlah angkutan yang disediakan hanya 30 unit.

"Permintaan angkutan sekolah banyak tapi anggaran terbatas. Jumlahnya tidak sebanding, jadi sementara baru dilayani sesuai kemampuan anggaran yang ada," ungkap dia.

Di rencanakan, tahun depan angkutan sekolah gratis akan ditingkatkan. Tidak hanya SMP, pemkab akan memberikan pelayanan siswa SD. Selain itu, dia mentargetkan program itu mampu menjangkau seluruh wilayah. Seperti di Taman, Krian, hingga Tarik.

Dalam program ini, Dishub mendapat kucuran dana sebesar Rp 2 miliar dari APBD Sidoarjo 2019. Dari perhitungan yang dilakukan, dana sebesar itu bisa untuk menyewa sebanyak 30 Angkot selama satu tahun.

Dengan angkutan sebanyak itu, diperkirakan juga baru bisa melayani tujuh sekolah di empat kecamatan. Yakni Kecamatan Sidoarjo, Buduran, Gedangan, serta Candi.

Tujuh sekolah itu antara lain SMPN 1, SMPN 2, SMPN 3, SMPN 5, SMP PGRI 1 Buduran, SMP PGRI 1 Gedangan, serta SMPN 2 Candi.

Sekolah lain dan wilayah yang belum terjangkau, rencananya bakal dilayani pada tahun anggaran berikutnya. Sebagaimana direncanakan, program ini memang untuk semua siswa di semua wilayah Sidoarjo.(ufi/TribunJatim.com).

Penulis: M Taufik
Editor: Yoni Iskandar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved