Kota Malang Produksi 600 Ton Sampah Tiap hari, Wali Kota Sutiaji Minta Bantuan Warga

Wali Kota Malang, Sutiaji mengimbau masyarakat agar turut membantu pemerintah dalam mengurangi sampah yang dibuang

Kota Malang Produksi 600 Ton Sampah Tiap hari, Wali Kota Sutiaji Minta Bantuan Warga
SURYA/SUGIYONO
Ilustrasi Sampah 

TRIBUNJATIM.COM, SUKUN - Dinas Lingkungan Hidup Kota Malang mencatat produksi sampah di Kota Malang tiap hari mencapai 600 Ton.

Hal itu membuat Wali Kota Malang, Sutiaji mengimbau masyarakat agar turut membantu pemerintah dalam mengurangi masalah sampah.

"Kita saat ini sedang darurat sampah, untuk itu kami mengimbau kepada masyarakat di Kota Malang untuk mengurangi sampah. Karena itu bisa membebani kita semua," ujarnya.

Menurutnya, Kota Malang saat ini sedang membutuhkan lahan baru guna mengatasi permasahalan sampah.

(Stapac Jakarta Ajak Pebasket Muda Surabaya Belajar Fundamental di DBL Academy Exclusive Training)

(Imlek 2019, 8 Hal ini Dianggap Tabu untuk Dilakukan saat Tahun Baru Imlek, Keramas hingga Menyapu)

Kata Sutiaji, hingga saat ini, proses untuk pencarian lahan sangatlah susah, karena semua orang menolak daerahnya untuk dijadikan Tempat Pembuangan Akhir (TPA).

"Maka dari itu, kita harus melakukan terobosan melalui teknologi. Untuk itu, ada perluasan lahan hingga mencakup wilayah Kabupaten. Lahan seluas 14 hektar itu akan dimanfaatkan untuk penampungan sampah baru," ucapnya.

Di sisi lain, Sutiaji menyebut butuh waktu cukup lama untuk melakukan simulasi bantuan dari pemerintah dalam mengatasi permasahalan sampah.

"Untung saja disini ada lahan untuk proses komposing yang setiap harinya mampu memproses 35 Ton sampah untung mengurai sampah. Dan tentu saja yang perlu dikomposing ialah sampah basah," ucapnya.

(Ini Kisah Pilu Para Pedagang di Plaza Gempol Pasuruan, Dagangan Sepi Banyak Malingnya Lagi)

(Fakta-fakta Della Perez Dipanggil Jadi Saksi Kasus Protitusi Online, Kaget hingga Respon Ruben Onsu)

Dalam kunjungannya ke TPA Supit Urang itu, Sutiaji juga meninjau pengelolaaan limbah di Instalasi Pengolahan Lumpur Tinja (IPLT) yang terdiri dari puluhan kolam.

Rahmat, Kepala Bidang Kemitraan dan Pengendalian Lingkungan dari DLH menjelaskan, IPLT ini gunanya ialah untuk mengolah tinja.

Nantinya, tinja yang padat akan dijadikan pupuk, sedangkan tinja yang cair akan ditreatment dan diuji di laboratorium agar menghasilkan cairan tinja yang baik dan buruk.

"Ini semua kan merupakan limbah, jadi kami akan mengolah limba tinja yang baik untuk dibuang ke sungai. Hal itu diperuntukkan untuk mengurangi bakteri E-Coli yang ada. Bakteri itulah yang menyebabkan penyakit Diare pada manusia," ujarnya

Reporter: Surya/Rifky Edgar

(PESAN MENGHARUKAN Putri DAcademy 4 Indosiar, Innalilahi! Ayahanda Wafat Bikin Putri Bingung)

(Imlek 2019, 8 Hal ini Dianggap Tabu untuk Dilakukan saat Tahun Baru Imlek, Keramas hingga Menyapu)

Penulis: Rifki Edgar
Editor: Anugrah Fitra Nurani
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved