Breaking News:

Sering Malak Sopir Truk, Lima Anggota Komplotan Sakram Divonis Tiga Tahun Penjara

Lima anggota komplotan Sakram Imam Safi'i, Sadir, Hariyono, Bambang Suherman dan Dwi Wahyu harus menyesali perbuatannya di balik jeruji besi.

Penulis: Samsul Arifin | Editor: Arie Noer Rachmawati
TRIBUNJATIM.COM/SAMSUL ARIFIN
Lima terdakwa anggota Sakram saat keluar dari Ruang sidang Garuda, pada Senin, (1/10/2018) lalu. 

Laporan Wartawan TribunJatim.com, Syamsul Arifin

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Lima anggota komplotan Sakram Imam Safi'i, Sadir, Hariyono, Bambang Suherman dan Dwi Wahyu harus menyesali perbuatannya di balik jeruji besi.

Kelimanya divonis oleh Majelis Hakim PN Surabaya dengan hukuman penjara selama tiga tahun.

Mereka terbukti bersalah dan melanggar Pasal 368 dan Pasal 365 KUHP tentang pemerasan disertai kekerasan.

Mengenal Sosok Shafa Fadli, Anak Gadis Fadli Zon yang Hobi Main Bola Serta Rekan Kolab Ahmad Dhani!

Heboh Bocah SD di Solo Disunat Jin, Kronologi Diungkap Sang Anak: Diajak Orang Keluar Toilet

Fandi Utomo Soroti Masalah Perizinan Pasar Rakyat di Surabaya yang Dikeluhkan Pedagang

“Menyatakan terdakwa terbukti secara sah dan meyakinkan melakukan tindak pidana kekerasan,” kata Ketua Majelis Dedi Fardiman, Rabu, (6/2/2019).

Majelis hakim menilai hal yang memberatkan komplotan ini yaitu perbuatan terdakwa telah meresahkan masyarakat dan membahayakan keselamatan orang lain serta merugikan korban.

Sementara itu, pertimbangan  yang meringankan antara lain karena terdakwa bersikap sopan selama persidangan, mengakui serta menyesali perbuatannya.

Menanggapi vonis tersebut, Jaksa Putu maupun para terdakwa menyatakan pikir-pikir.

Kuasa hukum terdakwa, Dian Sugeng Utomo menyatakan jika majelis terlalu terpaku dengan tuntutan JPU.

Tidak semestinya terdakwa dihukum berat karena selama persidangan menurutnya tidak terbukti melakukan pemerasan disertai kekerasan.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved