Breaking News:

Terkait 'Yang Gaji Kamu Siapa', Bawaslu Pastikan Keputusan Pemanggilan Menkominfo Keluar Senin

etua Bawaslu RI, Abhan belum memutuskan kapan akan memanggil Menkominfo, Rudiantara untuk pemeriksaan terkait ucapan viralnya "Yang Gaji Kamu Siapa?"

TRIBUNJATIM.COM/SOFYAN ARIF CANDRA SAKTI
Ketua Bawaslu RI, Abhan saat ditemui usai mengisi Konvensi Nasional Media Massa dalam rangka Hari Pers Nasional di Sheraton Hotel, Jalan Embong Malang, Surabaya, Jumat (8/2/2019). 

Laporan Wartawan TribunJatim.com, Sofyan Arif Candra Sakti

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Ketua Bawaslu RI, Abhan belum memutuskan kapan akan memanggil Menkominfo, Rudiantara untuk pemeriksaan terkait ucapan viralnya "Yang Gaji Kamu Siapa?" kepada seorang ASN, Kamis (31/1/2019).

Namun Abhan mengatakan, pihaknya sudah berkoordinasi dengan Sentra Penegakkan Hukum Terpadu (Sentra Gakkumdu) terkait rencana pemanggilan Rudiantara.

Sempat Dilarang Masuk ke Percetakan Surat Suara, Bawaslu RI: Rekomendasi dari KPU Segera Turun

Hal tersebut diungkapkan Abhan saat ditemui usai mengisi Konvensi Nasional Media Massa dalam rangka Hari Pers Nasional 2019 di Sheraton Hotel, Jalan Embong Malang, Surabaya, Jumat (8/2/2019). 

"Kemarin sudah kami diskusikan dengan Sentra Gakkumdu, baru hari senin Senin (11/2/2019) lah kesimpulannnya (waktu pemanggilan) sudah naik," kata Abhan.

Bawaslu Berencana Panggil Rudiantara Soal Yang Gaji Kamu Siapa, Kemenkominfo: Kami Masih Tunggu

Seperti diketahui Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) RI akan memanggil Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara sebagai bentuk tindaklanjut pelaporan dari Advokat Cinta Tanah Air (ACTA) terkait ucapan viralnya "Yang Gaji Kamu Siapa?

Bawaslu juga sudah melakukan gelar perkara pada Senin (4/2/2019) kemarin.

Dari situ, Bawaslu RI merasa penting untuk meminta keterangan dari terlapor, Rudiantara.

Lima Bulan Masa Kampanye, Bawaslu Gresik Tertibkan 1730 Alat Peraga Kampanye yang Langgar Aturan

Terkait hari pers Nasional (HPN) sendiri, Abhan berharap pers tetap menjaga independensi nya dalam mengawal proses pemilu 2019.

"Sebagai insan pers harus bisa memberikan informasi yang obyektif dan berimbang dan tidak memframing kepentingan salah satu Paslon tertentu," ucapnya.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved