Usai Revitalisasi Kota Tua Surabaya, Awey Minta Pemkot Hidupkan Lagi Kya-Kya di Kembang Jepun

emkot Surabaya yang tengah getol merevitalisasi wajah kota tua Surabaya di Jalan Panggung, Jalan Kembang Jepun diapresiasi oleh Vinsensius Awey.

Usai Revitalisasi Kota Tua Surabaya, Awey Minta Pemkot Hidupkan Lagi Kya-Kya di Kembang Jepun
SURYA.CO.ID/PIPIT MAULIDIYA
Pemkot mengupayakan revitalisasi kawasan kota tua dengan mengecat kawasan Jalan Panggung, Jalan Karet, Jalan Kembang Jepun. 

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Langkah Pemkot Surabaya yang tengah getol merevitalisasi wajah kota tua Surabaya di Jalan Panggung, Jalan Kembang Jepun, Jalan Karet diapresiasi oleh anggota DPRD Kita Surabaya Vinsensius Awey.

Revitalisasi Kota Tua Surabaya itu menunjukkan tekad Pemkot Surabaya yang tinggi untuk menonjolkan kearifan lokal dan menjadikannya potensi wisata baru.

Namun politisi Partai Nasdem ini berharap ada tindak lanjut dari revitalisasi kota tua.

Gus Hans Didukung Penuh Politisi Demokrat maju PIlwali Surabaya 2020

Yaitu tak hanya mengubah wajah dengan langkah pengecatan.

Melainkan juga menghidupkan kembali Kya Kya yang dulu sempat menjadi ikon Kota Tua Surabaya khususnya pecinan di Jalan Kembang Jepun.

"Setelah dicat bagus harapan saya ada penarik wisatawan lagi yaitu menggelar pertunjukan barongsai, reog, remo dan lain sebagainya di Kembang Jepun. Jadi acara tahunan, bisa meningkatkan wisatawan apalagi klau ada kulinernya," terang Awey, Sabtu (9/2/2019).

4 Destinasi Wisata di Palembang Sumatera Selatan yang Wajib Dikunjungi, Mampir ke Venue Asian Games!

Jika pagelaran budaya sudah bisa terlaksana setiap tahunnya di Kya-Kya, maka bisa dibentuk kembali wisata pecinan yang dibuka pada malam hari.

Wisata pecinan ini nantinya akan bisa meningkatkan perekonomian masyarakat yang berjualan di Kya-Kya, sehingga Surabaya mempunyai kawasan pecinan.

8 Destinasi Wisata di Semarang yang Bisa Dikunjungi Hanya dalam 1 Hari Saja, dari Religi sampai Alam

"Yang paling penting, semua akan tahu pluralisme di Surabaya akan terasa hidup. Bicara kota Surabaya maka lengkap ada Jawa-nya, Madura nya, Tionghoa, Melayu, sampai Arab hidup berdampingan. Seperti yang diajarkan Gus Dur itu, pluralisme dan keberagaman harus dirawat," lanjut Awey.

Di sisi lain, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Surabaya, Antiek Sugiharti, mengatakan bahwa Pemkot Surabaya mempunyai proyeksi untuk menghidupkan kembali kawasan Kembang Jepun.

Tak hanya wisata pecinan, rencananya juga ada wisata kota lama di kawasan Kembang Jepun hingga wilayah kota tua jalan Karet.

Kota Tua Jalan Panggung Surabaya Dijaga Satpol PP, Bebas PKL

"Iya revitalisasi yang kini sedang dijalankan memang mengarah ke sana itu," ujarnya

Sedangkan Kabid Promosi Wisata Disbudpar Kota Surabaya, Dayu Kade Asritami, mengatakan saat ini, Pemkot Surabaya mengecat bangunan dan memperbaiki pedestrian maupun saluran air di sekitar Kya-Kya.

"Rencana di-launching pada HUT Surabaya. Bulan Mei," kata Dayu.

Penulis: Pipit Maulidiya
Editor: Melia Luthfi Husnika
Sumber: Surya
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved