Menyaru Tukang Parkir, Pria dari Blitar Transaksi Pil Doble L Dengan Selipkan Uang di Karcis Parkir

Menyaru Tukang Parkir, Pria dari Blitar Transaksi Pil Doble L Dengan Selipkan Uang di Karcis Parkir.

Penulis: Imam Taufiq | Editor: Sudarma Adi
istimewa
Ilustrasi narkoba 

TRIBUNJATIM.COM, BLITAR - Meski sudah menjalankan aksinya dengan rapi, namun kedok Prasetyo (25), sebagai pengedar pil dobel L tak bisa disembunyikan.

Sebab, pria yang asal lingkungan Gurit, Kelurahan Babadan, Kecamaran Wlingi itu akhirnya berhasil ditangkap petugas Satuan Narkoba Polres Blitar saat sedang bekerja sebagai tukang parkir di lokasi Pasar Wlingi, Selasa (11/2) siang.

Dari tangan dia, petugas mengamankan 112 butir pil dobel L yang disimpan di tasnya.

Jadwal UNBK SMK dan SMA di Blitar Dimajukan, Ada 15 Sekolah Belum Bisa Lakukan UNBK Mandiri

Kantor Imigrasi Blitar Jemput Bola Pembuatan Paspor untuk Calon Jamaah Haji Lansia

Katanya, itu baru dibeli dari pengedar asal luar kota dan akan diedarkan ke para pelanggannya, di antaranya para pengamen.

Harganya Rp 10.000 per paket atau berisi enam butir.

Itu merupakan paket hemat, sehingga bisa dibeli siapapun.

"Pelanggannya itu kebanyakan anak-anak muda. Sebab, harganya terjangkau, bahkan ada dugaan para pelajar juga jadi pembelinya," kata AKP Didik Suhardi, Kasat Narkoba Polres Blitar.

Pelaku Penipuan Mobil Milik Warga Surabaya Terancam Dicoret dari Daftar Caleg Kota Blitar

Untuk menjalankan aksinya, menurut Didik, Pras--panggilannya--bisa dibilang cukup rapi atau tak semata-mata seperti para pengedar lainya.

Di antaranya, ia menjalankan aksinya sambil memarkir di pasar.

Caranya, setiap pembeli yang datang menemuinya, ia disuruh berpura-pura seperti orang sedang memarkirkan sepeda motornya.

Begitu juga, Pras saat memberikan barang, itu bersamaan memberikan karcis parkir.

"Sebaliknya, pembeli memberikan uang, juga cukup rapi. Caranya, uang itu diberikan bersamaan menerima karcis parkir, sehingga kalau dilihat orang lain, ya tak curiga. Sebab, dikira membayar parkir. Karena itu, ia sulit dideteksi," ungkap Didik.

Namun, petugas berhasil mengungkapnya karena berdasarkan pengakuan para pengguna yang sudah ditangkap lebih dulu.

Katanya, ia beli pil gedek itu ke Pras, dengan paket hemat.

Dari bisnis itu, Pras mendapatkan keuntungan rata-rata Rp 60 ribu per hari karena pilnya berhasil terjual sekitar 160 butir.

Informasinya, ia mendapatkan barang dari orang Pasuruan, dengan dikirim langsung.

Katanya, si kurir itu mengirim sendiri dengan naik bus dan janjian bertemu di tepi jalan atau tak sampai turun di terminal.

Sumber: Tribun Jatim
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved