Jalan Berlubang di Jalibar Kepanjen Bikin Pengendara Was-Was​, Warga: Sering Terjadi Kecelakaan

Kondisi jalan berlubang masih kerap menghiasi Jalur Lingkar Barat (Jalibar) di Kepanjen Kabupaten Malang.

Jalan Berlubang di Jalibar Kepanjen Bikin Pengendara Was-Was​, Warga: Sering Terjadi Kecelakaan
SURYA.CO.ID/ERWIN WICAKSONO
Kondisi jalan berlubang di Jalur Jalibar Kepanjen, Rabu (13/2/2019). 

TRIBUNJATIM.COM, MALANG - Kondisi jalan berlubang masih kerap menghiasi Jalur Lingkar Barat (Jalibar) di Kepanjen Kabupaten Malang.

Sepanjang melintasi jalur tersebut, SURYA memantau terdapat sekitar 103 lubang yang dilalui oleh para pengguna jalan dari arah Kota Malang menuju Blitar.

Tak jauh beda dari jalur pertama, kondisi jalan berlubang juga ditemui di Jalibar dari arah Biltar. Sebanyak 75 lubang jalan yang terdapat di jalur tersebut.

Kondisi lubang jalan pun beragam. Ada lubang kecil hingga lubang besar. Tak hanya lubang, beberapa titik di jalur tersebut juga bergelombang.

DPRD Kota Malang Anggarkan Rp 5,8 M untuk Beli 5 Mobil Dinas, Warga dan MCW Protes

Logis saja jika jalur tersebut tak jarang timbulkan kecelakaan. Seperti penuturan Sarjono (55) warga Ngadilangkung, Kepanjen yang kerap berjualan bakso di pinggir jalan Jalibar. Berdasarkan pengamatannya, jalur tersebut seringkali timbulkan insiden.

"Ya ada yang tergelincir, kemudian kaget karena ada lubang jadinya kendaraan terutama motor jadi gak stabil. Saya gak menghitung pasti ya, sebulan saja kira-kira ada 2 sampai 3 pengendara motor yang tergelincir" ungkap Sarjono, ketika ditemui di warungnya, Rabu (13/2/2019).

Sarjono pun masih ingat terhadap insiden yang terjadi di Jalibar yang menimpa sebuah truk yang menerobos jalur tikungan, karena minim petunjuk jalan beberapa tahun lalu. Ia menuturkan kerap sebagai saksi kejadian kecelakaan di jalur tersebut.

BP2D Kota Malang Sidak 21 Pajak Air Tanah untuk Selamatkan Lingkungan dan Tingkatkan PAD

"Sekarang sudah ada rambu-rambunya, dulu di dekat warung saya ini tepat ditikungan tak ada rambu. Masih ingat saya sekitar tahun 2015 ada pengendara truk sempat kesasar menerobos jalur mengenai warung saya. Beruntungnya saya belum tempati itu baru setelah kejadian saya tempati. Padahal ada tikungan, kalau malam kan gak kelihatan," terang pria yang sudah berjualan bakso tujuh tahun silam itu.

Disisi lain, Supriyadi selaku pengguna jalan yang nampak beristirahat di pinggir jalan Jalibar, tepatnya di sebuah warung dekat pertigaan arah Kepanjen. Supriyadi bersama anak dan istrinya kala itu usai mengunjungi sanak saudaranya di daerah Gunung Kawi.

Gegara Korsleting Listrik, Api Lahap Gudang Penggilingan Gaplek di Malang,Kerugian Capai Rp 200 Juta

Saat beristirahat, Supriyadi berkesan bahwa jalur Jalibar memang banyak jalan berlubang. Maka dari itu ia selalu menurunkan kecepatan jika melajur di jalur tersebut.

"Tiap satu bulan sekali saya lewat sini (Jalibar). Mungkin karena musim hujan ya kok​ tambah banyak​ yang berlubang, gak nyaman buat berkendara. Makanya saya selalu pelan-pelan. Apalagi kalau malam gak kelihatan lubangnya makanya harus mawas diri biar gak jatuh," tutur pria 40 tahun yang merupakan warga Dinoyo, Kota Malang itu.

TKD Jatim Targetkan Jokowi-Maruf Amin Raup 70 Persen Suara, Machfud Arifin: Malang dan Madura Aman

Supriyadi berharap kondisi jalan tersebut dapat segera diperbaiki sehingga nyaman bagi pengguna jalan. Meski ditambal ia merasa ada gelombang di sisi tambalan.

"Semoga cepat dibenahi oleh pemerintah,"​ tutup pria yang mengendarai motor matic beat dengan mengenakan jaket hitam itu. (ew)

Penulis: Erwin Wicaksono
Editor: Melia Luthfi Husnika
Sumber: Surya
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved