Jalan Gubeng Surabaya Ambles

Jalan Gubeng Surabaya Ambles, Kejati Jatim Sebut Penyidik Masih Periksa Saksi dan Melengkapi Bukti

Kasus Jalan Gubeng Surabaya ambles masih terpantau landai, perkembangan terakhir, dikatakan Asep Mariono bahwa perkembangannya masih memeriksa saksi.

Jalan Gubeng Surabaya Ambles, Kejati Jatim Sebut Penyidik Masih Periksa Saksi dan Melengkapi Bukti
TRIBUNJATIM.COM/SAMSUL ARIFIN
Aspidum Kejati Jatim, Asep Mariono saat ditemui di Gedung Kejati Jatim, Jumat, (15/2/2019). 

Laporan Wartawan TribunJatim.com, Syamsul Arifin

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Kasus Jalan Gubeng Surabaya ambles masih terpantau landai, perkembangan terakhir, dikatakan oleh Aspidum Kejati Jatim, Asep Mariono bahwa saat ini perkembangan kasus tersebut masih memeriksa saksi-saksi.

“Kasus Jalan Gubeng masih belum ada tahap satu, karena bertahap kami masih membereskan kasus muncikari karena kasus muncikari ini harus terhubung satu sama lain,” ungkapnya, Jumat, (15/2/2019).

Namun, pihaknya sudah saling berkoordinasi dengan tim penyidik Polda Jatim terkait perkembangan kasus tersebut.

“Sudah, sudah kami beritahukan ke penyidik dan mereka juga memberitahukan bahwa masih memeriksa saksi-saksi dan melengkapi bukti saja,” jelasnya.

Enam Tersangka Amblesnya Jalan Gubeng Surabaya Mangkir dari Pemeriksaan, Kejati Tunggu Kepastian

Kejati Jatim Masih Tunggu Pelimpahan Kasus Jalan Gubeng Ambles, Janji Segera Teliti Kasusnya

Pasalnya, kasus yang sempat menggegerkan Kota Surabaya tersebut, Kejati Jatim terakhir menerima surat penetapan tersangka dari penyidik.

Surat itu diterima Kejati Jatim pada Selasa (29/1/2019). Di dalamnya menerangkan jika penyidik sudah menetapkan enam tersangka.

Mereka merupakan orang-orang kontraktor yang bertanggung jawab sebagai pelaksana proyek. Keenamnya berinisial RH, AKEY, AIBS, RAH, AP dan RW.

Kejati Jatim Tetapkan 6 Tersangka Jalan Gubeng Surabaya Ambles, Tak Ada yang Berinisial F

Pria 28 Tahun asal Mulyorejo Surabaya Tewas Jatuh dari Lantai 6 Hotel di Gubeng, Diduga Bunuh Diri

Sementara itu, di dalam SPDP yang diterima kejati disebutkan jika kasus itu merupakan perkara pelanggaran undang-undang kontruksi.

Amblesnya Jalan Gubeng diduga karena ada kelalaian dari kontraktor saat pengerjaan proyek basement RS Siloam yang berada di sisi jalan.

Penulis: Samsul Arifin
Editor: Melia Luthfi Husnika
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved