Jaminan Kerja Dianggap Tak Penting, Hanya 250 Petani di Kota Batu yang Punya BPJS Ketenagakerjaan

Petani Apel bernama Amir di Kecamatan Bumiaji mengakui belum punya jaminan kerja maupun kesehatan. Selama jaminan itu tidak wajib, dia tak mau repot

Jaminan Kerja Dianggap Tak Penting, Hanya 250 Petani di Kota Batu yang Punya BPJS Ketenagakerjaan
TRIBUNJATIM/SANY EKA PUTRI
Salah satu wisata petik apel di Desa Bumiaji, Kota Batu. 

TRIBUNJATIM.COM, BATU - Masih banyak petani di Kota Batu yang belum memiliki jaminan keselamatan kerja.

Tercatat, dari sekian banyak petani di Kota Batu, hanya ada 250 petani yang miliki jaminan keselamatan kerja.

Seorang petani Apel bernama Amir di Kecamatan Bumiaji turut mengakuinya.

Menurutnya selama memiliki jaminan itu tidak wajib, ia merasa tidak perlu repot-repot memiliki jaminan tersebut.

"Nggak ada mbak, nggak punya jaminan apa-apa. Ya kalau wajib ya buat, kalau enggak wajib nggak usah," kata dia, Selasa (18/2).

(RS Fathma Medika Gresik Bagikan 1400 Kartu BPJS Gratis Pada Pelaku UMKM dan Tenaga Sosial)

(Ketua RT dan Kader Posyandu Diprioritas Dapat Bantuan Iuran BPJS Kesehatan dari Pemkot Blitar)

Bukannya malas, Amir menilai pengurusan administrasi jaminan kerja dan kesehatan dinilai tidak terlalu dia butuhkan.

Meskipun kecelakaan saat bekerja bisa saja terjadi, seperti terkena arit, atau hal lainnya. Ia pun menyadari hal itu.

"Musibah kan siapa yang tahu mbak, ladang sudah jadi rumah kedua bagi petani seperti saya," ungkapnya.

Hal serupa juga dikatakan Nur Aziz, petani Mawar di Desa Gunungsari.

Meskipun ia memiliki kelompok tani Mutiara Alam, sejauh ini masih belum ada perbincangan terkait pembuatan jaminan kesehatan secara berkelompok.

Halaman
12
Penulis: Sany Eka Putri
Editor: Anugrah Fitra Nurani
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved