Lebih 13 Tahun Tanpa Kabar di Jordania, TKW dari Malang Ini Akhirnya Pulang dan Bertemu Keluarga

Lebih 13 Tahun Tanpa Kabar di Jordania, TKW dari Malang Ini Akhirnya Pulang dan Bertemu Keluarga.

Penulis: Aminatus Sofya | Editor: Sudarma Adi
TRIBUNJATIM.COM/AMINATUS SOFYA
Diah Anggraeni, TKW yang hilang selama 13 tahun (kanan) dan ibundanya Prapti Utami (kiri) yang akhirnya bertemu. 

TRIBUNJATIM.COM, MALANG - Seorang Tenaga Kerja Wanita (TKW) asal Malang, Diah Anggraeni, yang 13 tahun tanpa kabar akhirnya kembali bertemu keluarganya di Jalan Kebalen Gang 6, Kelurahan Kotalama, Kota Malang.

Tiba di rumah yang bertahun-tahun ditinggalkan, tangis Diah pecah saat ibundanya, Prapti Utami, menyambut dengan sebuah pelukan. Keduanya menangis.

Dua adik perempuan Diah dan tetangga sekitarnya, semuanya juga ikut menangis.

BREAKING NEWS : Angin Disertai Hujan Deras, Beberapa Pohon Tumbang di Kota Malang

Gempa 5,9 SR Guncang Malang Dini Hari, Terjadi Hanya Beberapa Detik, Akibat Pergerakan Sesar Naik

"Saya bahagia. Terimakasih kepada semua yang sudah membantu," ujar Diah kepada wartawan yang menemui di rumahnya, Selasa (19/2/2019).

Selama pertemuan antara pihak keluarga, Pemerintah Kota Malang dan Kepala Pos Pelayanan dan Penempatan TKI (P4TKI) Malang, Diah banyak menunduk sembari memegang tangan ibunya. Air matanya terus menetes.

"Saya tidak bisa membalas apa-apa selain doa buat semuanya yang telah membantu," ujarnya sambil menyeka air mata.

Lagi, Napi Lowokwaru Kota Malang Tewas, Diduga Akibat Serangan Jantung Usai Tabrak Bahu Napi Lain

KPU Gelar Rapat Pleno DPTB, Pastikan Hak Pilih Waga Luar Domisili Kabupaten Malang Terjamin

Ia mengatakan selama 13 tahun ini bekerja sebagai pembantu rumah tangga di Aleppo, Jordania.

Diah ingin pulang, namun tidak mendapat izin dari tuannya. Berkali-kali katanya, sang majikan memberikan janji, tapi itu hanya pepesan kosong.

"Makanya saya kabur karena majikan saya tidak mau nuruti permintaan saya," kata Diah.

Kabur dari majikan, Diah bersembunyi di KBRI Jordan. Disana, ia mengaku dibantu dan tidak menemui kekurangan.

Gaji Diah yang selama ini tersendat, juga akhirnya dibayarkan. Pun tiket pesawat ke Indonesia untuk Diah.

"Berkat bantuan KBRI, kalau saya sendiri tidak akan bisa menuntut gaji," ucap dia.

Kepala P4TKI Malang, Muhammad Iqbal, menerangkan kasus Diah tergolong kasus yang penyelesaiannya cukup cepat.

Pada Desember 2018 lalu, keluarga Diah disurati oleh KBRI Jordania dan mengabarkan perempuan itu ada masalah dengan pekerjaannya.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jatim
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved