Lesehan, Warga Binaan Lapas Lamongan Ikuti Pendidikan Demokrasi

Relawan Demokrai segmentasi kebutuhan khusus Komisi Pemilihan Umum (KPU) Lamongan mensosialisasikan pendidikan demokrasi

Lesehan, Warga Binaan Lapas Lamongan Ikuti Pendidikan Demokrasi
surya/Hanif Manshuri
Ratusan warga binaan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Lamongan saat ikuti acara pendidikan demokrasi oleh KPU di Lapas, Selasa (19/2/2019). 

TRIBUNJATIM.COM, LAMONGAN - Relawan Demokrai segmentasi kebutuhan khusus Komisi Pemilihan Umum (KPU) Lamongan melakukan sosialisasi pendidikan demokrasi pada ratusan warga binaan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) kelas II B Lamongan, Selasa (19/2/2019).

Ratusan warga binaan mengikuti acara hingga selesai dengan lesehan di aula Lapas.

Komisioner KPU Lamongan Divisi Teknis, Nursalam mengatakan, pendidikan ini untuk memberikan pemahaman kepada warga binaan Lapas Lamongan, terkait Pemilu 2019.

"Untuk memberikan pemahaman secata teknik bagaimana pemilu serentak tahun 2019 ini,," kata Nursalam.
Pemahaman terkait pelaksanaan Pemilu 2019 itu sangat penting, agar warga binaan tidak bingung ketika akan memberikan hak suaranya.

"KPU juga akan menyediakan TPS khusus untuk Lapas, karena itu harus mengetahui kertas suara, dan tata cara pencoblosan," katanya.

Banyak Desa di Kabupaten Bangkalan Belum Teraliri Listrik, PLN Kebut Pasang Baru Tanpa Uang Muka

Stunting di Lamongan Turun Hingga 14,4 Persen, Jauh Dibawah Target Pemerintah Pusat 20 Persen

Kereta Gantung akan Jadi Transportasi Baru di Kota Batu, Begini Tanggapan Pakar Transportasi

Untuk warga binaan Lapas Lamongan yang berasal dari luar kota hanya mendapatkan dua macam surat suara yakni, surat suara untuk Presiden dan Wakil Presiden dan surat suara DPD Jatim.

Sementara itu, Kepala Kesatuan Keamanan Lapas Lamongan, Andri Setiawan menyambut baik upaya KPU dan berharap warga binaan Lapas Lamongan tidak menyia-nyiakan hak pilih yang dimiliki.

"Semua Warga Negara Indonesia berhak memberikan suara untuk Pemilu nanti" katanya.

Andri juga mengimbau kepada petugas Lapas Lamongan untuk bersikap netral.

"Apabila ada petugas atau pegawai yang berkampanye maka kami akan tindak tegas orang tersebut," kata Andri. (TribunJatim.com/Hanif Manshuri)

Penulis: Hanif Manshuri
Editor: Yoni Iskandar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved