Stunting di Lamongan Turun Hingga 14,4 Persen, Jauh Dibawah Target Pemerintah Pusat 20 Persen

Percepatan Pencegahan Stunting Terintergrasi Melalui 1000 HKP, STBM Pilar dan Germas di Desa Brengkok, Kecamatan Brondong, Lamongan

Stunting  di Lamongan Turun Hingga 14,4 Persen, Jauh Dibawah Target Pemerintah Pusat 20 Persen
surya/Hanif Manshuri
Direktur Kesehatan Lingkungan Kemenkes RI, Imran Agus Nurali, diacara launching percepatan pencegahan stunting di lapangan di Desa Brengkok, Kecamatan Brondong, Lamongan, Selasa (19/2/2019) 

TRIBUNJATIM.COM, LAMONGAN - Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Republik Indonesia menargetkan, tahun 2024 jumlah penderita Stunting di Indonesia turun menjadi 20 persen.

"Target ibu Menteri Kesehatan, Stunting di Indonesia 2024 turun menjadi 20 persen secara nasional, " kata Direktur Kesehatan Lingkungan Kemenkes RI, Imran Agus Nurali, diacara launching percepatan pencegahan stunting di lapangandi Desa Brengkok, Kecamatan Brondong, Kabupaten Lamongan, Selasa (19/2/2019).

Melalui, Launching Percepatan Pencegahan Stunting Terintergrasi Melalui 1000 HKP, STBM Pilar dan Germas di Desa Brengkok, Kecamatan Brondong, Kabupaten Lamongan diharapkan menjadi awal penggerak penanganan penderita Stunting di wilayah kabupaten atau kota di provinsi Jawa Timur.

"Kami minta Lamongan menjadi kabupaten yang mempelopori pencegahan Stunting di setiap kabupaten, kota di Jatim," harapnya kepada Tribunjatim.com.

Agus menambahkan, memang masih ada daerah yang penderita stuntingnya cukup tinggi yakni, berada di wilayah Aceh dan Papua. Faktor seseorang terkena Stunting, selain faktor keturunan adalah kurangnya gizi kepada balita yang kronis sejak bayi dalam kandungan hingga masa awal anak lahir yang biasanya tampak setelah anak berusia 2 tahun.

Bandit Spesialis Pembobol Perumahan di Sidoarjo Tertangkap

Posisi Diganti Baim Wong, Billy Syahputra Diminta Raffi Ngehost bareng Kriss Hatta, Lihat Responnya

Bude Karwo Berharap Penanganan Stunting Lebih Optimal di Bawah Ketua TP PKK Jatim Arumi Bachsin

Agus mengungkapkan, untuk mengantisipasi terjadinya Stunting di Indonesia, ada beberapa faktor yang perlu dilakukan oleh masyarakat, selain memenuhi kebutuhan gizi kepada ibu hamil dan balita, pemerintah juga perlu memberikan edukasi tentang Stunting.

Banyak hal yang perlu diperhatikan dan faktor yang menyebabkan terjadinya Stunting, adalah kurangnya akses air bersih dan sanitasi, masih kurangnya makanan bergizi.

"Termasuk layanan kehamilan dan setelah melahirkan," tegasnya kepada Tribunjatim.com.

Lamongan Bangga

Sementara itu terpisah, Bupati Lamongan Fadeli mengaku, jika kasus Stunting di wilayah Lamongan saat ini sudah mencapai angka 14,4 persen. Angka ini jauh di bawah target pemerintah pusat yang 20 persen di tahun 2024 mendatang.

"Kalau targetnya Pemerintah Pusat atau Kementerian Kesehatan 20 persen di 2024 nanti, kita justru sudah turun 14,4 persen. Dan kami targetkan 2024 Lamongan terbebas dari Stunting," katanya kepada Tribunjatim.com.

Apa rahasianya bisa turun ? penurunan Stunting di Lamongan ini bukan tanpa alasan. Masalah kesehatan di Lamongan adalah prioritas utama Puskesmas diminta untuk terus menjeput bola turun ke lapangan mensosialisasikan kepada masyarakat tentang kesehatan.

"Pencapaian penurunan ini sudah berjalan dengan baik dan terus dipertahankan," katanya.(TribunJatim.com/Hanif Manshuri)

Penulis: Hanif Manshuri
Editor: Yoni Iskandar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved