Info sehat hari ini

INFO SEHAT HARI INI - Banyak Tumbuh di Mojokerto, Tanaman Ini Ternyata Rahasia Awet Muda

Daun tradisional Jepang yang sering dimakan samurai ini dipercaya menjadi rahasia awet muda mereka, kata para ilmuwan.

INFO SEHAT  HARI INI - Banyak Tumbuh di Mojokerto, Tanaman Ini Ternyata Rahasia Awet Muda
ISTIMEWA
ilustrasi 

TRIBUNJATIM.COM - Daun tradisional Jepang yang sering dimakan samurai ini dipercaya menjadi rahasia awet muda mereka, kata para ilmuwan.

Meski berasal dari Jepang tanaman ini juga tumbuh subur di Kecamatan Trawas, Mojokerto, dan dibudidayakan secara organik oleh masyarakat setempat.

Tanaman bernama nama lengkap angelica keiskei koidzumi atau ashitaba ini telah digunakan untuk menyembuhkan luka dan mencegah infeksi, dan dikenal sebagai 'tomorrow leaf' karena tumbuh kembali dengan cepat setelah dipotong.

Sekarang, para ilmuan menemukan senyawa alami unik dalam tanaman ashitaba ini, bisa membantu melindungi sel dan menunda penuaan pada berbagai spesies dan sel manusia.

INFO SEHAT TERBARU - 7 Benda yang Seharusnya Tidak Ditinggalakan di Kamar Mandi

Cara kerjanya, dengan mendorong proses 'pembersihan dan daur ulang' dalam sel, menghilangkan sel tidak diinginkan yang dapat menyebabkan penyakit jika dibiarkan menumpuk.

Para peneliti mengatakan itu adalah langkah ke depan untuk mengidentifikasi terapi anti-penuaan yang tidak mengharuskan orang melakukan diet sehat tetapi yang kenyataannya kurang menyenangkan.

Para peneliti di Universitas Graz di Austria, yang dipimpin oleh Profesor Frank Madeo, mendeteksi senyawa dari daun angelica keiskei koidzuma yang disebut 4,4', dimethoxychalcone, atau dikenal sebagai DMC, di daun tanaman.

Pengobatan tradisional Asia sudah lama mengaitkan umur panjang dan kesehatan yang lebih baik dengan tanaman itu, dan para ilmuwan menduga bahan kimia itu berperan.

INFO SEHAT TERKINI - Stop! Oleskan Odol pada Luka Bakar Lebih Baik Gunakan Lidah Buaya

"Ini memicu harapan bahwa DMC dapat diterapkan secara terapi pada manusia," tulis para penulis dalam jurnal Nature Communications.

Tim mulai dengan menguji bagaimana zat tersebut mempengaruhi sel-sel ragi, yang biasa digunakan dalam percobaan untuk melengkapi pengujian hewan.

Halaman
123
Editor: Candra Setiawan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved