Kelurahan Polehan Kota Malang Empat Kali Diterjang Bencana Tanah Longsor di Tahun 2019 ini

Kelurahan Polehan, Kota Malang telah mengalami empat kali bencana tanah longsor di tahun 2019.

Kelurahan Polehan Kota Malang Empat Kali Diterjang Bencana Tanah Longsor di Tahun 2019 ini
SURYA/RIFKI EDGAR
Longsoran tanah dari rumah Ngalisto (70), warga Jalan Abimanyu RT 14 RW 03, Kelurahan Polehan, Kecamatan Blimbing, Kota Malang, Sabtu (23/2/2019). 

TRIBUNJATIM.COM, MALANG - Kelurahan Polehan, Kota Malang telah mengalami empat kali bencana tanah longsor di tahun 2019.

Hal itu disampaikan oleh Lurah Polehan, Joko Nugroho saat mendatangi rumah Ngalisto, warga Jalan Abimanyu RT 14 RW 03 Kelurahan Polehan, Kecamatan Blimbing, Kota Malang yang terdampak tanah longsor pada Sabtu (23/2/2019).

Empat kejadian tanah longsor yang terjadi di wilayahnya itu meliputi di wilayah RW 04, RW 01, RW 02 dan RW 03.

Mengira Hujan Deras, Warga Polehan Blimbing Kota Malang ini Tak Tahu Jika Rumahnya Longsor

Arema FC Vs Persib Bandung, Ghozali Siregar Bangga Bisa Antarkan Persib Menang atas Singo Edan

"Memang wilayah kami ini rawan akan bencana tanah longsor. Karena warga kami banyak yang tinggal di bantaran Sungai Brantas ataupun Sungau Bangau," ucapnya.

Untuk itu, dalam mengantisipasi terjadi tanah longsor, Joko mengaku selalu berkoordinasi dengan Tim Kelurahan Tangguh Bencana bentukan dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Malang.

"Setidaknya ada 12 personel dari Tim Kelurahan Tangguh Bencana yang ada di Kelurahan Polehan. Kalau intensitas hujan cukup deras, mereka akan menyebar ke beberapa titik lokasi yang rawan akan terjadinya tanah longsor," imbuhnya.

Manajemen Sampah Baik, Malang Jadi Contoh Kota Gerakan Indonesia Bersih Kementerian Lingkungan Hidup

Rayakan International Day, Murid SD Islam Al Azhar 56 Kota Malang Tampil dengan Busana Khas Jepang

Sementara itu, Ujang, tim pemantau dari BPBD Kota Malang mengatakan, ada beberapa wilayah di Polehan yang menjadi titik rawan longsor.

Salah satunya adalah beberapa rumah yang berada di bibir Sungai Brantas.

"Di sana ada salah satu rumah warga yang lantainya sampai retak karena tanahnya ambles. Kalau itu tetap dibiarkan sama seperti menunggu bom waktu, lama-lama akan ambles juga," ujarnya.

Peminat SNMPTN 2019 di UIN Malang 3.542 Orang, 5 Jurusan Paling Favorit Ada Psikologi Sampai Farmasi

Hingga kini, upaya yang dilakukan oleh Ujang ialah dengan memberikan sosialisasi kepada warga akan bahaya bencana dan cara mengatasi bencana.

"Tentunya kami selalu melakukan sosialisasi kepada warga sesuai dengan fungsi dari Kelurahan Tangguh itu sendiri. Intinya ialah agar warga menjadi tangguh dalam menghadapi dan mengantisipasi bencana," tandasnya. (Surya/Rifki Edgar)

Yuk Subscribe YouTube Channel TribunJatim.com:

Penulis: Rifki Edgar
Editor: Dwi Prastika
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved