Talkshow Kebudayaan di IAIN Madura, Sujiwo Tejo: Manusia Lupa Siapa Dirinya

Sujiwo Tejo jadi pembicara di acara talkshow kebudayaan yang digelar oleh UKM Teater Fataria IAIN Madura, Sabtu (24/2/2019) malam.

TRIBUNMADURA.COM/Kuswanto Ferdian
Sujiwo Tejo saat menyampaikan diskusi kebudayaan di halaman IAIN Madura, Kabupaten Pamekasan, Minggu (24/2/2019) malam. 

TRIBUNJATIM.COM, PAMEKASAN - Sujiwo Tejo jadi pembicara di acara talkshow kebudayaan yang digelar oleh UKM Teater Fataria IAIN Madura, Sabtu (24/2/2019) malam.

kedatangan Sujiwo Tejo untuk segera naik ke atas panggung, begitu dinanti-nanti oleh ribuan peserta yang hadir pada acara tersebut.

Penonton riuh menyorakinya sembari bertepuk tangan dan diselingi suara teriakan kata-kata khas Sujiwo Tejo yang fenomenal yakni 'Jancuk'.

Sujiwo Tejo langsung memulai diskusinya yang diawali dengan pembukaan lagu daerah berbahasa Madura yang berjudul 'Gaik Bintang' dengan aransemennya sendiri yang menarik membuat ribuan penonton hikmad menyaksikan.

(Sujiwo Tejo dan D Zawawi Imron Hadir di Talkshow Kebudayaan di IAIN Madura, Ribuan Orang Datang)

(Kuasa Hukum Gus Nur Pertanyakan Pasal Yang Menjerat Kliennya, Sebut Tak Sesuai dan Beri Pembelaan)

Dalam diskusinya Sujiwo Tejo mengatakan, manusia lupa akan tradisi dan kebudayaannya, karena mereka lupa mengenal dirinya sendiri.

"Kalau mereka masih lupa dengan siapa dirinya sendiri, percuma sampai kapanpun mereka tidak akan bisa merawat tradisi dan kebudayaannya itu," kata Tejo.

"Karena orang tua kita dulu tidak mengemas kebudayaannya dengan menarik. Kita sekarang sudah hidup di zaman milenial harus menyesuaikan keadaan dan zamannya. Coba kemas budaya itu dengan menarik tanpa harus yang begitu-begitu saja, pasti akan tetap terlestarikan," jelas Tejo.

Sujiwo Tejo melanjutkan, budaya ditinggalkan bukan salah generasi muda. Tapi salahnya para seniman-seniman yang kurang mengemasnya kurang menarik.

"Kenapa para millenial kurang mencitai kebudayaan Madura? Jawabannya simpel saja. Saya kira Madura itu kaya akan tradisi dan budaya, misal, karapan sapi, carok, tapi kenapa itu gak di olah dengan baik, dikemas dengan semenarik mungkin? Itu kesahalanannya," jelas Tejo

(303 PPPK di Tuban Sudah Lakukan Tes Kompetensi, Tinggal Tunggu Pengumuman Pada 1 Maret Nanti)

(Sujiwo Tejo dan D Zawawi Imron Hadir di Talkshow Kebudayaan di IAIN Madura, Ribuan Orang Datang)

Kata Sujiwo Tejo, carok itu intinya bukan hanya sabatas tebas-tebasan, coba cari inti sarinya, bahwa dibalik orang carok itu karena dia mempeterhankan martabatnya.

"Perlu diketahui selama ini carok selalu dianggap buruk oleh masyarakat luas karena mikirnya carok ya hanya soal pembunuhan dan tebas-tebasan saja. Coba nilai dari intisarinya, bahwa orang Madura carok itu karena mempertahankan martabat dan harga dirinya," ujar Tejo.

Reporter: TribunMadura.com, Kuswanto Ferdian

(Link Live Streaming Timnas U-22 Indonesia Vs Vietnam, Laga Perebutan Tiket Final Piala AFF U-22 2019)

(Bekerja Sama dengan Dispendukcapil, Rutan Klas I Surabaya Gelar Perekaman e-KTP untuk WBP)

Sumber: Tribun Jatim
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved