Tersangka Korupsi Dana Hibah Jasmas Surabaya Jalani Pelimpahan Tahap Dua, Ditanya Keterlibatannya

Tersangka Korupsi Dana Hibah Jasmas Surabaya Jalani Pelimpahan Tahap Dua, Ditanya Keterlibatannya Pada Kasus Ini di Kejari Tanjung Perak.

Tersangka Korupsi Dana Hibah Jasmas Surabaya Jalani Pelimpahan Tahap Dua, Ditanya Keterlibatannya
TRIBUNJATIM.COM/SAMSUL ARIFIN
Tersangka kasus dugaan korupsi Jasmas, Agus Jong, saat tiba di Kejari Tanjung Perak guna jalani pemeriksaan tahap II, Senin, (25/2/2019). 

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Tersangka mark up pengadaan barang dan jasa program Jaring Aspirasi Masyarakat (Jasmas) Pemkot Surabaya tahun 2016, Agus Setiawan Jong datangi kantor Kejaksaan Negeri (Kejari) Tanjung Perak guna menjalani pelimpahan tahap dua tersangka.

Agus datang mengenakan rompi berwarna hijau, saat keluar dari mobil hitam pada pukul 11.00 WIB. Dia hanya tersenyum saat disambut oleh awak media.

“Bantu doa ya, supaya tidak ada apa-apa,” singkatnya lalu menuju lantai dua Kantor Kejari Tanjung Perak, Surabaya, Senin, (25/2/2019).

Cari Detail Kasus Korupsi Dana Hibah Jasmas, Kejari Tanjung Perak Juga Periksa Lagi 6 DPRD Surabaya

Kejari Tanjung Perak Belum Tetapkan Tersangka Baru Terkait Kasus Korupsi Dana Hibah Jasmas 2016

Usai melengkapi administrasi, Agus kembali menuju mobil yang membawanya menuju ke Rutan Kejati Jatim.

Dia hanya melontarkan senyum saat ditanya kembali oleh awak media.

Terpisah, penasehat hukum terdakwa, Gusti Prasetyo Utomo, mengaku kliennya saat berada di lantai dua ditanya terkait keterlibatan dirinya.

Jadi Tersangka Korupsi Dana Jasmas Pemkot Surabaya, Agus Setiawan Disebut Koordinir 230 RT

“Selain itu, Pak Agus juga ditanya soal jumlah kerugian negara atas kasus ini,” ungkap Gusti.

Dia juga membenarkan terkait berkas jaksa yang memuat klarifikasi dari beberapa anggota DPRD Kota Surabaya.

Namun saat ditanya perihal jumlah dan siapa saja nama anggota dewan itu, Gusti enggan menjelaskan.

“Ada beberapa anggota dewan lintas partai. Soal nama maupun jabatan, tidak disebut secara spesifik,” sambung Gusti.

Diberitakan sebelumnya, dalam perkara ini, modus yang dilakukan tersangka adalah dengan mengkoordinir 230 RT yang ada di Surabaya.

Mereka diminta untuk mengajukan proposal untuk pengadaan tenda, kursi dan soundsystem.

Oleh tersangka, proposal itu diajukan ke anggota dewan untuk disetujui. Dana pengadaan itu diambil dari dana Jasmas.

Dalam penyidikan, ditemukan adanya bukti kuat atas penyelewengan proyek Jasmas tersebut.

Atas perbuatan tersangka, negara diduga dirugikan sebesar Rp 5 miliar.

Penulis: Samsul Arifin
Editor: Sudarma Adi
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved