Meski Sosialisasi E-Perpus Sudah Berjalan, Sapto Yakin Perpustakaan Konvensional Tidak Tergeser

Menyandang status kota literasi, Surabaya kembali menghadirkan sistem untuk memudahkan masyarakat menjangkau buku bacaan secara online.

Meski Sosialisasi E-Perpus Sudah Berjalan, Sapto Yakin Perpustakaan Konvensional Tidak Tergeser
SURYA/HABIBURROHMAN
BENAHI RUANG BACA - Kondisi Ruang baca anak di Perpustakaan Kota Surabaya yang kini dalam pembenahan, Rabu (21/2/2018). Perpus ini memiliki tiga ruang baca yang satu diantaranya khusus untuk anak. 

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Menyandang status kota literasi, Surabaya kembali menghadirkan sistem untuk memudahkan masyarakat menjangkau buku bacaan secara online, yakni lewat e-Perpus.

Melalui e-Perpus, masyarakat bisa mengakses secara terbuka koleksi buku, e-book, dan lain-lain yang masuk dalam Digital Integrated Library System (DILS) atau sistem perpustakaan terintegrasi digital milik Pemerintah Kota Surabaya.

Kemudahan akses ini membuat masyarakat bisa membaca berbagai macam buku di mana saja dan kapan saja, cukup dengan memasuki laman http://dispusip.surabaya.go.id/dils/.

Meski begitu, para petugas perpustakaan taman kota mengaku tidak takut dengan kehadiran e-Perpus.

Paula Verhoeven Semprot Baim Wong yang akan Beli Semua Dagangan Penjual Kopi, Mau Baik Dimanfaatin

Final Piala AFF U-22 2019, Ini 3 Pemain Thailand yang Berpotensi Bahayakan Skuat Garuda Muda

Mereka yakin, pengunjung akan tetap antusias, meski mendapat kemudahan akses yang membuat mereka tidak perlu mengunjungi perpustakaan konvensional.

"Di sini pengunjungnya campur, tidak hanya anak-anak. Sifatnya dinamis, jadi umum. Biasanya pengunjung kami sehari 15-20 orang. Tapi kalau akhir Sabtu itu bisa 100 orang, Minggu sampai 300 orang. Minat bacanya tinggi," tutur Sapto Wicaksono, petugas teknis perpustakaan Taman Flora, Senin (25/2/2019).

Ia mengatakan, perpustakaan telah menjalin kerja sama dengan berbagai sekolah hingga komunitas.

Serta memiliki macam-macam agenda mulai dari kegiatan mendongeng, mind mapping, vlogging, membaca puisi, dan lain-lain.

Sehingga, ia positif pengunjung perpustakaan tidak akan berkurang akibat kehadiran e-Perpus.

Chord & Kunci Gitar Seandainya, Single Kedua Brisia Jodie yang Baru Saja Dirilis

Hotman Paris Habiskan Biaya Rp 50 M untuk Outfit-nya, Lihat Benda Termahal di Tubuhnya dari Sang Ibu

"Kami punya banyak sekali kegiatan, jadi kami yakin pengunjung akan tetap berdatangan. Jadi ya perlu inovasi kegiatan, tidak bisa hanya menunggu orang datang lalu membaca, harus banyak kegiatan," ujarnya.

Halaman
12
Penulis: Delya Octovie
Editor: Arie Noer Rachmawati
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved