Butuh Tenaga Ekstra dan Biaya yang Tinggi untuk Merebut Suara Milenial di Jatim

Suara milenial di Jatim akan menjadi salah satu ceruk suara yang akan diperebutkan oleh Capres-cawapres nomor urut 01 Jokowi-Ma'ruf dan Capres-cawapre

Butuh Tenaga Ekstra dan Biaya yang Tinggi untuk Merebut Suara Milenial di Jatim
Istimewa
Sahabat Milenial Jokowi (SIJI) Jawa Timur, siap galakkan kampanye santun 

Laporan Wartawan TribunJatim.com, Sofyan Arif Candra Sakti

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Suara milenial di Jatim akan menjadi salah satu ceruk suara yang akan diperebutkan oleh Capres-cawapres nomor urut 01 Jokowi-Ma'ruf dan Capres-cawapres nomor urut 02 Prabowo-Sandiaga.

Dengan jumlah 27 persen (umur <20 - 30) dari Daftar Pemilih Tetap (DPT) atau 8.2 juta suara, Milenial akan turut menjadi penentu kemenangan dalam Pilpres 2019.

Peneliti Surabaya Survei Center (SSC), Surokim Abdussalam mengtakan dari 8.2 juta suara tersebut 34 persen adalah pemilih liar.

"20 persen swing voters dan 14 persen undecided voters. Mereka ini akan menjadi penentu, biasanya H-1 pun masih ada 10% yang undecided voters," kata Surokim kepada TribunJatim.com, Rabu (27/2/2019).

Surokim juga mengatakan, kaum milenial merupakan pemilih yang rasional dan  pilihannya bisa berubah sangat cepat.

"Akses mereka ke medsos amat tinggi sehingga mereka sulit menjadi pemilih strong voters, masih bisa berubah dengan cepat. perubahan pilihan yang cepat ini bisa merumitkan para kontestan karena tidak bisa diandalkan sebagai pemilih dan pendukung setia," ucap Surokim.

Anggota Satpol PP Surabaya Jadi Korban Pembacokan, Irvan Widianto : Kami Tidak Takut

Janji Jemput Habib Rizieq Bila Jadi Presiden, Prabowo: Emak-emak yang Ditahan akan Saya Bebaskan

Ingin Menggelar Pernikahan di Masjid Camii Jepang seperti Syahrini dan Reino Barack? Ini Syaratnya

Oleh karena itu, untuk merebut hati dan pilihan suara milenial ini, lanjut Surokim butuh energi ekstra  dan kreativitas progresif yang berkesinambungan.

"Dan satu lagi high cost (biayanya tinggi),  kendati di wilayah tengah antara kota dan desa tingkat efektivitas money politics kian pudar tetapi di pedesaan tetap ampuh. Terlebih lagi milenial rural (pedesaan) di Jatim lebih banyak daripada yang urban (perkotaan)," ucapnya.

Penulis: Sofyan Arif Candra Sakti
Editor: Yoni Iskandar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved