Minta Kenaikan Penghasilan Tetap, Ribuan Anggota PPDI Ancam Mogok Kerja dan Demo Pemkab Lamongan

Minta Kenaikan Penghasilan Tetap, Ribuan Anggota PPDI Ancam Mogok Kerja dan Demo Pemkab Lamongan Jika Tuntutan Tak Dipenuhi.

Penulis: Hanif Manshuri | Editor: Sudarma Adi
SURYA/HANIF MANSHURI
Ribuan anggota PPDI diacara Silatda yang tidak dihadiri Bupati Fadeli dan anggota Forkopimda di Gedung Korpri, Rabu (27/02/2019). 

TRIBUNJATIM.COM, LAMONGAN - Upaya ribuan perangkat yang tergabung dalam Persatuan Perangkat Desa Indonesia (PPDI) Lamongan yang hendak menuntut kenaikan Penghasilan Tetap (Siltap) tak tersampaikan.

Pasalnya, pertemuan sebanyak 3.966 perangkat desa yang dikemas dalam silaturahim daerah tidak dihadiri Bupati Fadeli dan anggota Forkopimda di Gedung Gedung Korpri Lamongan, Rabu (27/2/2019).

Pinjaman dan Jaminan Sertifikat Tanah di Lamongan Capai Rp 2,4 Triliun

KPU Lamongan Sudah Terima Semua Surat Suara untuk Pemilu 2019

"PPDI Lamongan minta siltap diserahkan Rp 2 juta per bulan untuk setiap perangkat desa di Kabupaten Lamongan," kata Ketua PPDI Lamongan, Hartono kepada wartawan, Rabu (27/02/2019).

Tuntutan PPDI Lamongan yaitu walaupun Peraturan Pemerintah (PP) belum turun, ataukah besok sudah turun, bahwasanya PPDI Lamongan siltap diserahkan Rp 2 juta per bulan.

Hartono menambahkan, jika tuntutan tersebut tidak dipenuhi, mereka mengancam enggan menjalankan tugas sebagai perangkat desa.

Revolusi Industri 4.0, Diskominfo Lamongan Latih Ratusan Perangkat Desa Agar Tak Gaptek

Sejatinya, tuntutan penghasilan itu sedianya hendak disampaikan langsung pada acara silaturahim daerah PPDI bersama Bupati Fadeli dan Forkopimda.

Namun harapan itu pupus, lantaran orang nomor satu di Lamongan itu tidak datang di acara silaturahim.

Bupati Fadeli dan anggota Forkopimda lainnya tidak satupun yang hadir dalam acara silada PPDI.

Padahal undangan sudah diserahkan sejak lama dan di pintu masuk Gedung Korpri dipasang ucapan selamat datang Bupati Fadeli dan Forkopimda.

Seorang perangkat desa, Kepala Dusun Jalak Kecamatan Turi, Yusuf Fadeli kepada TribunJatim.com mengungkapkan, ribuan perangkat yang hadir sangat kecewa lantaran Bupati Fadeli dan anggota Forkopimda tidak ada yang hadir di acara itu.

"Kami sudah persiapkan puluhan spanduk yang isinya tuntutan kenaikan Siltap," kata Yusuf.

Namun Yusuf bersama ribuan perangkat desa yang datang kecewa karena tidak ada perwakilan Pemkab yang datang.

Tuntutan yang hendak disampaikan adalah berharap mendapatkan anggaran sebesar 15 persen dari DAU.

Karena penghasilan perangkat desa itu kewajiban pemerintah yang dialokasikan dari ADD.

Halaman
123
Sumber: Tribun Jatim
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved