Presiden DEMA UINSA: Teman-teman Cenderung ke Paslon Nomor 1 di Pilpres 2019 Karena KH Ma'ruf Amin

Afif Ghulam Irfani, Presiden Dewan Eksekutif Mahasiswa (DEMA) UIN Sunan Ampel Surabaya melaporkan euforia Pilpres 2019 menimbulkan efek di Kampus

Presiden DEMA UINSA: Teman-teman Cenderung ke Paslon Nomor 1 di Pilpres 2019 Karena KH Ma'ruf Amin
Fransiskus Adhiyuda/Tribunnews.com
Profesor Mahfud MD dan KH Maruf Amin saat berada di kediaman almarhum Gus Dur di Jalan Warung Sila, Ciganjur, Jakarta Selatan, Selasa (26/9/2018). 

Laporan Wartawan TribunJatim.com,  Luhur Pambudi

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Afif Ghulam Irfani, Presiden Dewan Eksekutif Mahasiswa (DEMA) UIN Sunan Ampel Surabaya melaporkan euforia Pilpres 2019 menimbulkan efek sendiri di lingkungan kampus.

Afif menilai, kalangan milenial mahasiswa UIN Sunan Ampel Surabaya cenderung menjatuhkan pilihan dalam Pilpres 2019 pada Paslon No 01.

Mahasiswa UIN Sunan Ampel Surabaya, tidak bisa dipungkiri, didominasi oleh kalangan Nahdlatul Ulama atau masyarakat Nahdliyin.

Konstelasi politik Paslon no 01 memang cenderung dekat dengan kalangan Ormas Nahdlatul Ulama.

(Presiden DEMA UINSA Surabaya Sebut Banyak Mahasiswa Jadi Relawan Paslon di Pilpres 2019)

(Efek Pilpres 2019 di Kampus, Presiden DEMA UINSA: Banyak yang Tunjukkan Jari Satu, Jari Dua di Forum)

Di tambah lagi sosok KH Ma'ruf Amin yang seorang tokoh NU Nasional yang didapuk menjadi cawapres jadi sebab kalangan milenial mahasiswa cenderung meletakkan pilihan pada Pasangan Jokowi-Amin.

"Yang melatarbelakangi afiliasi politiknya jelas. Menjadi anggapan umum bahwa Kampus didominasi oleh warga nahdliyin artinya sangat dekat sekali dengan paslon no 1,"

Afif menerangkan, identitas sosial ke-NU-an yang melekat pada Paslon No 01 dengan adanya sosok KH Ma'ruf Amin, menjadi simbol afiliasi politik yang sama dengan kalangan Nahdliyin di kampus UIN Sunan Ampel Surabaya.

Sehingga membuat kalangan kampus UIN Sunan Ampel Surabaya memilih untuk memberikan dukungan pada Paslon No 1.

"jelas mereka dukung No 1 karena identitas sosial mereka sebagai nahdliyin ada pada paslon itu," tandasnya.

(Berpose Jari Dukungan Pilpres 2019, Kepala Pasar Oro-oro Dowo Malang Dinyatakan Bawaslu Bersalah)

(Ikuti Program Pertukaran Pelajar, Mahasiswa UMM Malang Asal Bangkalan Meninggal Dunia di Spanyol)

Penulis: Luhur Pambudi
Editor: Anugrah Fitra Nurani
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved