Uni Eropa Larang Penggunaan Minyak Sawit Mentah,Mendag Akan Batasi Impor

Uni Eropa akan memberlakukan pelarangan penggunaan minyak sawit mentah (crude palm oil) sebagai bahan baku diesel pada tahun 2030. Hal tersebut turut

Uni Eropa Larang Penggunaan Minyak Sawit Mentah,Mendag Akan Batasi Impor
TRIBUNJATIM/SOFYAN ARIF CHANDRA SAKTI
Gubenur Jatim Soekarwo dan Nina Soekarwo bersama Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita saat Pembukaan Jatim Fair, di Grand City Convex, Surabaya, Selasa (9/10/2018). 

Laporan Wartawan TribunJatim.com, Nur Ika Anisa

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Uni Eropa akan memberlakukan pelarangan penggunaan minyak sawit mentah (crude palm oil) sebagai bahan baku diesel pada tahun 2030. Hal tersebut turut disikapi Menteri Perdagangan RI Enggartiasto Lukita.

Enggar mengaku pihak Kementerian Perdagangan RI juga akan melakukan kebijakan pembatasan yang sama.

Kebijakan tersebut diantaranya membatasi penggunaan dairy product seperti susu, daging dan keju.

"Mereka (Uni Eropa) sudah mulai melakukan ancaman bahwa 2030 ada phase out, artinya tidak boleh ada produk biodiesel," kata Enggartiasto di Universitas Wijaya Kusuma, Surabaya,  Selasa (26/2/2019).

"Saya mempersiapkan membatasi impor dairy produk yang mengganggu lingkungan," kata Enggar.

Pembalasan tersebut dikatakannya sebagai bagian dari negosiasi.

Mendag : Impor Jangan Dihalangi, Kita Perlukan

Temui Pasien di RSUD dr Soedono Madiun, Emil Dardak Tiba-tiba Teringat Adiknya

Driver Ojek Online Bocengkan Mayat Pacarnya Naik Motor Sejauh 65 Km, Dibungkus Pakai Selimut Korban

"Boleh dong saya juga melakukan ini. Itu bagian dari negosiasi," lanjut Enggar.

Enggar mengatakan dari negosiasi tersebut, Uni Eropa mengatakan ada tekanan dari parlemen dan dengan alasan impairment.

"Kalau mereka mengatakan ada tekanan dari parlemem, saya juga ada tekanan. Kalau alasannya untuk impairment, maka dairy product juga menghabiskan lahan," pungkasnya.

Penulis: Nur Ika Anisa
Editor: Yoni Iskandar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved