Wagub Jatim, Emil Dardak Mulai Dorong Penyelesaian Jalur Lingkar Selatan

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa memberikan pembagian tugas khusus bagi Wakil Gubernur Emil Elestianto Dardak

Wagub Jatim, Emil Dardak Mulai Dorong Penyelesaian Jalur Lingkar Selatan
Istimewa
Wakil Gubernur Jawa Timur Dr. Emil Elestianto Dardak menanam pohon di acara pembukaan TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke 104, Tahun Anggaran 2019 di Wilayah Kodam 0804 Lapangan Desa Poncol, Kab. Magetan, Selasa (26/2/2019). 

 TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa memberikan pembagian tugas khusus bagi Wakil Gubernur Emil Elestianto Dardak dalam menjalankan pemerintahan lima tahun ke depan.

Emil Dardak diberikan tugas untuk mengawal dan menangani pembangunan di wilayah Jawa Timur bagian Selatan agar tidak tertinggal dengan wilayah Jawa Timur bagian utara.

Oleh sebab itu, kini wagub millenial itu mulai fokus untuk mendorong penyelesaian Jalur Lingkar Selatan (JLS) yang bakal menyambungkan wilayah Pacitan hingga Banyuwangi.

"Untuk prioritas JLS, sudah dapat pendanaan dari Islamic Development Bank (IDB) tapi belum semuanya. Makanya kita segera memetakan bersama Kementerian PU dan Bappenas apakah ada sekmen tertentu yang desain teknisnya belum final," kata Emil Dardak kepada Tribunjatim.com, Rabu (27/2/2019).

Sebab untuk pembebasan lahan, harus terlebih dahulu difinalkan rute yang dipilih. Mana yang akan menjadi rute paling memungkinkan dan paling murah.

Jika ada sekmen yang belum rampung, maka untuk menentukan desainnya juga belum bisa dilakukan. Termasuk biaya sisa yang harus dicover oleh daerah, timeline, dan juga wilayah mana saja yang harus dibebaskan.

Pemetaan itu akan segera dilakukan agar penggarapan dan penyelesaianJalur Lingkar Selatan (JLS) di Jawa Timur bisa segera tersambung.

Sebagaimana diketahui, proyekJalur Lingkar Selatan (JLS) ini akan membentang dari wilayah Pacitan hingga Banyuwangi. Melewati Trenggalek, Blitar, Malang, Lumajang hingga Banyuwangi melewati wilayah pesisir Jawa Timur.

"Dananya dari IDB sebesar Rp 700 miliar tapi itu belum semua. Yang prigi, popoh, trenggalek itu sudah prakualifikasi. Sekarang yang belum prakualifikasi masih menawar. Masih banyak yang belum," tandasnya kepada Tribunjatim.com.

Lebih lanjut Emil menegaskan pemetaan bersama desain teknis persekmen Jalur Lingkar Selatan (JLS) ini sangat penting dan tidak boleh disepelekan. Sebab pengalaman di Trenggelek, nyatanya dana penggarapan justru membengkak. Alokasi anggaran yang semula disiapkan Rp 400 miliar nyatanya membengkak banyak.

"Pengalaman di tempat kami mulanya estimasi 400 miliar bisa sambungkan dari Munjungan ke Tulungagung. Nyatanya dari Munjungan ke Prigi aja sudah butuh anggaran Rp 2 trilliun dengan rute yang dipilih setelah dicek ulang. Maka saya juga nggak bosa sebutkan anggaran yang dibutuhkan untuk JLS sebelum desain teknisnya final," tandas Emil.

Akad Nikah Syahrini dan Reino Barack Berjalan Lancar, Sejumlah Artis Beri Ucapan Selamat

Selain penyelesaian JLS, Emil Dardak juga sedang merampungkan akses perhubungan lain. Seperti koridor pesisir di kawasan pelabuhan prigi, dan pengembangan bandara wilayah Mataraman.

Serta konektivitas jalur tengah dari Dampit ke Lumajan dan konektivitas utara selatan. Hal tersebut yang bakal menjadi fokus prioritas Emil dalam menjabat amanah sebagai wagub mendampingi Khofifah.

Bangun Jalur Lintas Selatan Banyuwangi-Jember, Staf Khusus Presiden Sebut 3 Bidang yang Terdampak

"Memang saya diberikan amanah lebih focus lagi lebih pada agenda pengembangkan wilayah selatan tapi tentu ini nanti tidak hanya wagub melainkan juga kebijakan gubernur. Namun dengan skala Jatim yang sangat besar, dan pertumbuhan ekonomi yang beragam, semoga saya bisa memberi nilai tambah karena saya sempat menjadi kepala daerah di wilayah selatan," pungkas Emil. (fatimatuz zahroh/TribunJatim.com).

Penulis: Fatimatuz Zahroh
Editor: Yoni Iskandar
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved