Produsen Ponsel Beri Klarifikasi Soal Kasus Sales yang Diberi Hukuman di Tuban

Tak hanya disuruh makan terasi. Sales smartphone ini ternyata juga harus menjalani hukuman lainnya apabila tak capai target

Produsen Ponsel Beri Klarifikasi Soal Kasus Sales yang Diberi Hukuman di Tuban
Oppo
Ilustrasi ponsel Oppo 

Laporan Wartawan Surya, Mochamad Sudarsono

TRIBUNJATIM.COM, TUBAN - Gemilang Indra Yuliarti, warga Kelurahan Perbon, Kecamatan Tuban, Kabupaten Tuban, mengalami kisah memilukan.

Gemilang merupakan gadis yang bekerja sebagai sales Oppo di bawah naungan PT World Inovatif Telecommunications.

Saat bekerja di tempat itu, Gemilang mendapatkan hukuman yang tidak wajar.

Sebagai promoter yang diperbantukan di outlet Gory cell di jalan Basuki Rahmat, Gemilang mengaku kerap mendapat hukuman yang dianggapnya tidak patut, apabila penjualan tidak mencapai target.

Pengakuan SBY Soal Sosok yang Suka Menjelek-jelekkannya, Saat di Depannya Baiknya Luar Biasa

"Ya dihukum lari memutar Alun-alun, Push up, skojam juga. Bahkan pernah disuruh makan garam dan terasi juga," Kata Gemilang dikonfirmasi, Rabu (27/2/2019).

Gemilang mengungkapkan, saat bergabung dengan Oppo sejak Oktober 2016, dia sudah mendapat pernyataan berlaku tentang adanya reward (penghargaan) dan juga punishment (hukuman).

Namun setelah dirasakan, hukumannya ternyata sangat memberatkan. Hingga dia harus mengadu ke kepolisian.

"Saya akhirnya lapor ke Polres Tuban, saya mengadu," Terangnya.

Raffi Ahmad Sebut Nagita Slavina Kadang Sombong, Terang-terangan Ungkap Alasannya Buat Istri Nangis!

Lebih lanjut dia menjelaskan detail, dulu hukuman push up dan skojam 10 kali, lalu nulis 100-200 kali, masih dirasa wajar.

Halaman
123
Penulis: M Sudarsono
Editor: Januar AS
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved