Ķejari Kabupaten Pasuruan Dalami Kasus Dugaan Penyalahgunaan Anggaran Dispora

Kejaksaan Negeri Kabupaten Pasuruan sedang mendalami kasus dugaan penyalahgunaan anggaran di lingkungan Dispora Kabupaten Pasuruan.

Penulis: Galih Lintartika | Editor: Dwi Prastika
SURYA/GALIH LINTARTIKA
Kepala Seksi Pidana Khusus (Kasi Pidsus) Kejari Kabupaten Pasuruan, Denny Saputra, Kamis (28/2/2019). 

TRIBUNJATIM.COM, PASURUAN - Kejaksaan Negeri (Ķejari) Kabupaten Pasuruan sedang mendalami kasus dugaan penyalahgunaan anggaran di lingkungan Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kabupaten Pasuruan.

Bahkan, Korps Adhyaksa sudah menaikkan kasus dugaan penyalahgunaan anggaran ini ke tahap penyidikan.

Artinya, tak lama lagi, akan muncul tersangka dalam kasus penyalahgunaan anggaran di dalam tubuh dinas ini.

Anggaran yang menjadi pantauan penyidik tim Kejari Kabupaten Pasuruan adalah anggaran tahun 2017.

Sampaikan Pesan Perdamaian, Veve Ajak Mahasiswa dan Mahasiswi ITSNU Pasuruan Bersholawat

Di tahun itu, Dispora menjalankan banyak kegiatan, mulai dari pengadaan peralatan untuk perlengkapan kantor, hingga kegiatan seperti Pekan Seni dan Olahraga Madrasah Diniyah (Madin), jalan sehat sarungan dan masih banyak lagi.

Dari hasil pengumpulan barang bukti dan keterangan (pulbaket), tim penyidik menemukan sejumlah penyimpangan.

Ada beberapa kegiatan yang menghabiskan sejumlah anggaran diduga kuat di mark up.

Hal itu diperkuat dengan banyaknya temuan Laporan Pertanggung Jawaban (LPJ) kegiatan yang tidak dipenuhi sekaligus didukung oleh bukti kuat, akuntabel dan terpercaya.

KPU Gresik Sosialisasi ke Ponpes Mambaus Sholihin Suci Manyar, Santri Luar Daerah Bisa Mencoblos

Kepala Seksi Pidana Khusus (Kasi Pidsus) Kejari Kabupaten Pasuruan, Denny Saputra menjelaskan, kasus ini mencuat dari laporan yang didapatkan dari masyarakat.

Setelah itu, timnya bergerak untuk melakukan pulbaket.

Dari hasil pulbaket, pihaknya meyakini ada yang tidak beres dalam penggunaan anggaran tahun 2017 di Dispora.

Sejumlah kegiatan patut diduga di mark up alias tidak sesuai dengan perhitungan yang wajar.

Dinas Kesehatan Klaim Angka Balita Stunting di Jember Turun Dibandingkan Tahun Sebelumnya

"Kasusnya sudah di tahap penyidikan. Ada 24 saksi yang sudah kami periksa. Dan pemeriksaan saksi sudah selesai, kami hanya menunggu hasil dari ahli untuk penghitungan nilai kerugian negara," kata Denny, sapaan akrabnya, Kamis (28/2/2019).

Denny menjelaskan, proses pemeriksaan ahli ini sudah dilakukan.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jatim
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved