Ini Alasan Polda Jatim Belum Tahan Mahmud Caleg Nasdem di Gresik Yang Terlibat Penipuan

(Ditreskrimsus) Polda Jatim mempertimbangkan penahanan terhadap Mahmud Calon Anggota Legislatif (Caleg) DPRD Gresik dari Partai Nasdem

Ini Alasan Polda Jatim Belum Tahan Mahmud Caleg Nasdem di Gresik Yang Terlibat Penipuan
SURYA/MOHAMMAD ROMADONI
Kabid Humas Polda Jatim, Kombes Pol Frans Barung Mangera bersama Kasubdit V Siber Ditreskrimsus Polda Jatim, AKBP Harissandi, Kamis (22/11/2018). 

 TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - PenyidikDirektorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimsus) Polda Jatim mempertimbangkan penahanan terhadap Mahmud Calon Anggota Legislatif (Caleg) DPRD Gresik dari Partai Nasdem yang terjerat kasus dugaan penipuan pemalsuan dokumen jual beli lahan proyek AKR Grand Estate Marina (GEM) City di Kecamatan Manyar, Kabupaten Gresik.

Meskipun sudah ditetapkan sebagai tersangka sampai saat ini, Minggu (3/3/2019) Polda Jatim belum melakukan penahanan terhadap yang bersangkutan.

Direskrimum Kombes Pol Gupuh Setiono melalui Kasubdit IV AKBP Festo Ari Permana
menjelaskan, ada beberapa faktor yang menjadi pertimbangan penyidik tidak melakukan penahanan terhadap tersangka Mahmud.

"Ya tidak ditahan (Tersangka Mahmud)," ujarnya saat dihubungi Surya, Minggu (3/3/2019).

Dikatakannya, adapun pertimbangan tidak menahan tersangka Mahmud lantaran yang bersangkutan dinilai kooperatif dan dianggap tidak menghilangkan barang bukti dan mengulangi perbuatannya. Apalagi yang bersangkutan Caleg di Gresik yang tidak mungkin melarikan diri.

Mengintip Potret Romantis SBY Dampingi Ani Yudhoyono Berjuang Lawan Kanker Darah, Setia Temani Istri

Kaesang Pangarep Komentari Kado Jokowi ke Sedah Mirah: Seumur Hidupku Gak Pernah

Drumer Cilik Bersama Seratus Musisi Ramaikan Jazz Tanjung Perak Surabaya

"Kita masih menunggu berkasnya sudah diserahkan ke pihak Kejaksaan masih proses pemeriksaan," ungkapnya kepada Tribunjatim.com.

Apabila berkas pemeriksaan dari Kejaksaan selesai apakah tersangka akan ditahan?

Dia mengatakan penahanan terhadap yang bersangkutan merupakan wewenang dari penyidik sekaligus kepentingan penyidikan.

"Ya belum tahu itu lihat nanti pertimbangnya seperti apa dinamikanya," terangnya kepada Tribunjatim.com
.

Ditambahkannya, Mahmud ditetapkan sebagai tersangka karena diduga melakukan penipuan pemalsuan dokumen penjualan tanah yang dilaporkan oleh PT. Bangun Sarana Baja (BSB).
Mahmud semasa menjabat sebagai Kepala Desa (Lurah) Banyuwangi, Kecamatan Manyar, Kabupaten Gresik menerima uang Rp 15 miliar dari pelapor untuk membeli tanah masyarakat setempat. Namun dalam jual beli itu banyak tersandung masalah hingga kasus ini dilaporkan ke Polda Jatim.

"Jadi tidak sesuai tanah yang diperoleh dari nominal Rp 15 miliar dan uang itu sudah dipakai oleh yang bersangkutan," pungkasnya.

Seperti yang diberitakan, Mahmud ditetapkan sebagai tersangka berdasarkan laporan dari PT. Bangun Sarana Baja (BSB) ke Polda Jatim dengan nomor laporan 444/IV/2018/UM/SPKT, Rabu 11 April 2018. Tersangka Mahmud mantan Kepala Desa Banyuwangi, Kecamatan Manyar, Kabupaten Gresik itu diduga melakukan penipuan pemalsuan dokumen.

Kepolisian Polda Jatim sudah melakukan pemanggilan terhadap Mahmud untuk diperiksa sebagai tersangka. (don/TribunJatim.com).

Penulis: Mohammad Romadoni
Editor: Yoni Iskandar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved