Breaking News:

Jaringan Gas Bumi untuk Rumah Tangga Masih Kecil, Tahun Ini Bakal Ada 78 Ribu di 18 Lokasi

Jaringan distribusi gas bumi untuk rumah tangga masih kecil. Sampai sekarang, total jaringan gas (jargas) di Indonesia baru mencapai 325.773 SR.

Penulis: M Taufik | Editor: Arie Noer Rachmawati
SURYA/SUGIHARTO
Menteri ESDM, Ignatius Jonan (dua dari kiri) menggoreng telur dan tempe usai meresmikan Jaringan Gas Pertamina di Kelurahan Kalisampurno, Kecamatan Tanggulangin, Sidoarjo, Jumat (1/3/2019). 

Menurut Menteri ESDM, Sidoarjo harusnya bukan hanya mengajukan 7.000 SR.

Tapi bisa 20.000 atau 30.000 setiap tahun, agar selama lima tahun bisa sekitar 150.000 sampai 200.000 SR terpasang.

Beberapa warga yang rumahnya sudah terpasang jaringan gas mengaku sudah merasakan keuntungan.

Mereka menyebut lebih mudah dan hemat.

"Biasanya seminggu satu galon LPG tiga kilogram seharga Rp 17.000, sekarang ini sekitar separonya saja dengan menggunakan gas," jawab Jumaiyah, warga Desa Kalisampurno, Kecamatan Tanggulangin, Sidoarjo.

Demikian halnya disampaikan Itrah, juga warga Tanggulangin.

Menggunakan gas bumi untuk kepentingan rumah tangga dirasa lebih aman dan stabil.

"Tersedia 24 jam. Tidak perlu repot beli ke toko seperti elpiji saat kehabisan," akunya.

Selain Sidoarjo, secara bertahap jargas juga dibangun di Jawa Tmur.

Termasuk di Surbaya, Mojokerto, Pasuruan, dan Probolinggo.

Sampai saat ini, jargas yang terbangun di Jatim sudah mencapai 65.961 SR. (Surya/M Taufik)



 

Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved