Pemilik Bisnis Casa Indika di Amerika Ingin Sumbangkan Hasil Bisnisnya untuk Kegiatan Sosial

Anak-anak yayasan Ada Hari Esok diajak membuat kerajinan tangan Decoupage oleh Yuni Hadi (43), Stephanie Susi (43) dan dua teman lainnya

Pemilik Bisnis Casa Indika di Amerika Ingin Sumbangkan Hasil Bisnisnya untuk Kegiatan Sosial
SURYA.CO.ID/PIPIT MAULIDIYA
Stephanie Susi (pirang) bersama Yuni (di belakang anak-anak) sedang mencontohkan kerajinan decoupage 

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Anak-anak yayasan Ada Hari Esok diajak membuat kerajinan tangan Decoupage oleh Yuni Hadi (43), Stephanie Susi (43) dan dua teman lainnya, Sabtu (2/3/2019).

Kegiatan bertajuk 'Empowering Through Art' tersebut adalah kegiatan sosial yang idenya bermula dari Yuni Hadi (43).

Perempuan pemilik bisnis Casa Indika, sebuah perusahaan muda di Kota Houston, Texas, Amerika Serikat itu mulanya hanya ingin berbagi kepada orang-orang yang membutuhkan di Indonesia, tempat asalnya.

Bisnis yang baru Yuni bangun Juni 2018 lalu itu bergerak di bidang batik tulis dan barang-barang tradisional Indonesia.

Seiring berjalannya bisnis tersebut, Yuni menyumbangkan hasil bisnisnya untuk kegiatan-kegiatan sosial semacam membagikan keterampilan di Yayasan 'Ada Hari Esok' Surabaya.

Hasil Bisnis di Amerika untuk Kegiatan Sosial, Stephanie Ajak Anak Yayasan Buat Kerajinan Decoupage

"Karena baru, kami baru lakukan kegiatan sosial sebanyak dua kali. Pertama pelatihan batik tulis ibu-ibu petani di Malang, dan kali ini di sini. Kegiatan ke tiga nanti bersama ibu-ibu lagi, jadi kalau saya ada kesempatan pulang ke Indonesia kami akan rutin berbagi keterampilan," ungkap mantan karyawan Exxon Mobil Amerika Serikat selama 17 tahun itu.

Yuni mengatakan setiap kali berbagi, dia mengajak teman-teman yang berkompeten di bidang keterampilan. Seperti Stephanie Susi, temannya sejak sekolah dasar.

"Jadi ngajak teman-teman yang memang dia punya keahlian di bidang itu," katanya.

Menurut Yuni, kegiatan sosial berbagi keterampilan jarang dilakukan. Padahal kegiatan seperti ini mampu menambah pengalaman, sehingga suatu saat nanti keterampilan itu bisa digunakan untuk mencari ekonomi secara mandiri.

"Saya berharap dengan ini anak-anak di sini semakin terampil, mereka jadi punya keahlian tambahan dan bisa mandiri nanti ketika sudah waktunya," tutup Yuni. (Pipit Maulidiya).

Penulis: Pipit Maulidiya
Editor: Melia Luthfi Husnika
Sumber: Surya
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved