Dinkes Tulungagung Pinjam ULV Untuk Membasmi Nyamuk DBD

Hingga 4 maret 2019, jumlah pasien demam berdarah dengue (DBD) di Tulungagung sebanyak 464 orang.

Dinkes Tulungagung Pinjam ULV Untuk Membasmi Nyamuk DBD
david yohanes/surya
Mesin ULV tengah menyemprotkan insektisida di sepanjang jalan Desa/Kecamatan Campurdarat, yang menjadi salah satu desa dengan penularan DBD yang tinggi di Tulungagung. 

“Masyarakat kita sudah terbiasa dengan mesin fogging yang mengelaurkan asap tebal. Sementara ULV ini tidak mengeluarkan asap seperti itu,” ujar Didik kepada Tribunjatim.com.

ULV memang menggunakan metode pengasapan dingin. Masyarakat beranggapan, cara ini tida efektif membunuh nyamuk. Padahal ULV jauh lebih efektif membasmi nyamuk.

Berbeda dengan fogging yang pintu rumah harus ditutup setelah diasapi. Saat ULV pintu dan jendela rumah harus dibuka, agar insektisida bisa menjangkau ke dalam rumah.

“Untuk ULV menggunakan Cypermetrin 100 EC, sedang pada fogging sistem panas menggunakan cypermetrin 25 EC,” pungkas Didik.

Plt Bupati Tulungagung, Maryoto Birowo mengatakan, Tulungagung butuh ULV seperti milik Dinkes Provinsi. Pengadaan ULV dianggap vital, agar pemberantasan nyamuk bisa lebih efektif. Selain pengasapan, Pemkab Tulungagung juga memberikan larvasida ke setiap kecamatan.

“Angka bebas jentik kita masih 88,6 persen, dari target nasional 95 persen. Makanya kita galakkan pemberian larvasida,” ujarnya. (David Yohanes/TribunJatim.com).

Penulis: David Yohanes
Editor: Yoni Iskandar
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved