Hanya Tetapkan Satu Tersangka Saja, Kejari Tanjung Perak Hampir Tuntaskan Berkas Kasus Dana Jasmas

Hanya Tetapkan Satu Tersangka Saja, Kejari Tanjung Perak Hampir Tuntaskan Berkas Kasus Dana Jasmas.

Hanya Tetapkan Satu Tersangka Saja, Kejari Tanjung Perak Hampir Tuntaskan Berkas Kasus Dana Jasmas
TRIBUNJATIM.COM/SAMSUL ARIFIN
Tersangka kasus dugaan korupsi Jasmas, Agus Jong, saat tiba di Kejari Tanjung Perak guna jalani pemeriksaan tahap II, Senin, (25/2/2019). 

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Perkara dugaan korupsi dana hibah Jaring Aspirasi Masyarakat (Jasmas) Pemkot Surabaya tahun 2016 akan segera disidangkan.

Kini, Kejaksaan tinggal merampungkan pemberkasan kasus yang hanya menetapkan satu orang tersangka, yakni Agus Setiawan Tjong.

Sebab, dari pemeriksaan saksi-saksi sejumlah anggota DPRD Kota Surabaya yang dilakukan secara maraton, nama Agus Setiawan Tjong lah yang ditetapkan sebagai tersangka.

Usai Pelimpahan Tersangka Tahap Dua, Sidang Korupsi Dana Jasmas Surabaya Akan Digelar 2 Minggu Lagi

Tersangka Korupsi Dana Hibah Jasmas Surabaya Jalani Pelimpahan Tahap Dua, Ditanya Keterlibatannya

“Kami saat ini masih pemberkasan (dakwaan). Jika sudah, secepatnya akan kita limpahkan ke Pengadilan,” kata Kepala Seksi Intelijen (Kasi Intel) Kejari Tanjung Perak, Lingga Nuarie, Senin, (4/3/2019).

Disinggung perihal adakah tambahan tersangka lain dalam kasus ini, mengingat dalam penyidikan kasus ini pihak Pidsus Kejari Tanjung Perak memeriksa sejumlah perwakilan Ketua RT/RW hingga anggota DPRD Kota Surabaya.

Cari Detail Kasus Korupsi Dana Hibah Jasmas, Kejari Tanjung Perak Juga Periksa Lagi 6 DPRD Surabaya

Lingga mengatakan, saat ini tersangkanya masih tetap satu orang, yakni Agus Setiawan Tjong.

“Sampai saat ini tersangka masih satu, yakni AST (Agus Setiawan Tjong) belum ada yang lain,” tegas Lingga.

Seperti yang diberitakan sebelumnya, dalam perkara ini, modus yang dilakukan tersangka adalah dengan mengkoordinir 230 RT yang ada di Surabaya.

Mereka diminta untuk mengajukan proposal untuk pengadaan tenda, kursi dan sound system.

Oleh tersangka, proposal itu diajukan ke anggota dewan untuk disetujui. Dana pengadaan itu diambil dari dana Jasmas.

Dalam penyidikan, ditemukan adanya bukti kuat atas penyelewengan proyek Jasmas tersebut. Atas perbuatan tersangka, negara diduga dirugikan sebesar Rp 5 miliar.

Selanjutnya dugaan kasus korupsi Jasmas ini ditingkatkan ke penyidikan, berdasarkan surat perintah yang telah ditandatangani Kepala Kejari Tanjung Perak, Rachmad Supriady, dengan Nomor Print-01/0.5.42/Fd.1/02/2018 tertanggal 8 Februari 2018 lalu.

Kejari Tanjung Perak sendiri sudah melakukan pemeriksaan terhadap beberapa anggota DPRD Kota Surabaya dan juga penerima dana Jasmas.

Penulis: Samsul Arifin
Editor: Sudarma Adi
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved