Bupati Muara Enim Sumatera Selatan Belajar SAKIP ke Pemkab Gresik Jawa Timur

Pemerintah Kabupaten Muara Enim, Sumatera Selatan berkunjung ke Gresik Jawa Timur untuk berguru ke Pemkab Gresik pada Selasa (5/3/2019)

Penulis: Willy Abraham | Editor: Anugrah Fitra Nurani
Istimewa
Bupati Gresik Sambari memberikan cinderamata kepada Bupati Muara Enim, Achmad Yani. 

TRIBUNJATIM.COM, GRESIK - Pemerintah Kabupaten Muara Enim, Sumatera Selatan berguru ke Pemerintah Kabupaten Gresik, Jawa Timur.

Kedatangannya ke Kota Pudak untuk belajar Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintahan (SAKIP).

Mereka berupaya mengejar ketertinggalan dari Pemkab Gresik yang sukses meraih Sakip dengan nilai A dari Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara Reformasi Birokrasi (Kemenpan-RB) beberapa waktu yang lalu.

Bupati Muara Enim, Achmad Yani memimpin langsung kunjungannya untuk berguru SAKIP ke Kabupaten Gresik.

(Ada Pengalihan Lalu Lintas di Depan RSUD Ibnu Sina, Pengendara di Gresik Malah Kerap Terjebak Macet)

(Usut Dugaan Korupsi Dana Kapitasi, Kejari akan Panggil 50 Pejabat Bagian Umum Pemkab Gresik)

Tak hanya belajar SAKIP, Bupati juga membawa ketua TP PKK Kabupaten Muara Enim beserta rombongannya untuk belajar tentang manajemen PKK di Kabupaten Gresik yang juga mendapat penghargaan Nasional.

Rombongan pejabat dari Kabupaten Muara Enim tersebut diterima Bupati Gresik, Sambari Halim Radianto dan Wakil Bupati Gresik, Mohammad Qosim.

Ada pula Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Kabupaten Gresik yang lain beserta Ketua TP PKK kabupaten Gresik, Maria Ulfa Sambari.

“Kami datang ke Kabupaten Gresik ini untuk belajar lebih jauh agar menjadi baik. Kalau SAKIP kami sebelumnya mendapat nilai BB atau B gemuk. Semoga dengan belajar ke Kabupaten Gresik tahun depan nilai Sakip kami menjadi A. Tolong saya yang baru menjabat Bupati ini diberi kunci-kuncinya agar kami menjadi baik,” ujarnya.

Bupati Muara Enim, Achmad Yani yang baru menjabat satu tahun itu berharap agar Pemkab Gresik mau menandatangani MoU dengan Pemkab Muara Enim.

(Begini Cara Bupati Gresik Sambari Peringatkan ASN, Pasang Papan Tolak Pungli di Pintu Masuk Kantor)

(Di PHK dan Diberi Pesangon Tidak Layak, Warga di Gresik Wadul ke Disnaker 3 Kali Tidak Ditanggapi)

“Kami ingin meniru seluruh aplikasi yang digunakan Pemkab Gresik, ingin belajar tentang e-gov, keuangan, perencanaan, ekonomi kreatif dan belajar dalam program kesehatan,” jelasnya.

Bupati Gresik, Sambari Halim Radianto mengatakan bahwa tentang Sakip itu semuanya juga transparan dan dipelajari bersama.

“Nilai baik itu hanya masalah waktu. Insyaallah tahun depan Muara Enim pasti juga akan memperoleh nilai A. Kami dulu saat pertama yaitu tahun 2015 juga mendapat nilai C. Saya kaget juga ketika itu” papar Sambari.

Setelah mendapat nilai C, saya mengumpulkan semua pejabat di jajaran Pemkab Gresik untuk berkomitmen memperbaiki.

“Pokoknya saya tidak mau ada nilai C lagi meskipun misalnya naik menjadi CC atau C gemuk. Kami optimalkan semua potensi yang ada. Intinya Sakip itu adalah efisiensi anggaran, Komitmen Pimpinan daerah dan jajarannya. Serta yang lebih penting adalah keberlangsungan dan keberlanjutan program,” jelas Sambari.

Sementara Wabup Qosim berharap, dengan adanya Sakip maka ada nilai tambah dari program yang kita laksanakan. Sehingga hasilnya dapat dirasakan lebih oleh masyarakat.

Reporter: Surya/Willy Abraham

(Ada Pengalihan Lalu Lintas di Depan RSUD Ibnu Sina, Pengendara di Gresik Malah Kerap Terjebak Macet)

(Di PHK dan Diberi Pesangon Tidak Layak, Warga di Gresik Wadul ke Disnaker 3 Kali Tidak Ditanggapi)

Sumber: Tribun Jatim
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved