Ajak Menahan Diri, Ketua GM FKPPI Jatim Ungkap Banyak yang Ingin Geruduk Rumah Robertus Robet

GM FKPPI Jawa Timur berharap semua pihak bisa menahan diri dan menyerahkan kasus Robertus Robet (RR) ke pihak kepolisian.

Ajak Menahan Diri, Ketua GM FKPPI Jatim Ungkap Banyak yang Ingin Geruduk Rumah Robertus Robet
ISTIMEWA/TRIBUNJATIM.COM
Ketua PD XIII GM FKPPI Jawa Timur, Agoes Soerjanto. 

Laporan Wartawan TribunJatim.com, Sofyan Arif Candra Sakti

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - GM FKPPI Jawa Timur berharap semua pihak bisa menahan diri dan menyerahkan kasus Robertus Robet (RR) ke pihak kepolisian.

Ketua PD XIII GM FKPPI Jawa Timur, Agoes Soerjanto yakin kepolisian akan bersikap adil dan independen dalam menangani kasus Robertus Robet yang sedang menjadi bahasan banyak pihak dan menjadi isu nasional.

Ia pun memberikan apresiasi kepada polisi yang telah bersikap tegas menetapkan Robertus Robet sebagai tersangka.

Kamar Kebanjiran, Mbah Sainah Pilih Digendong Plt Bupati Trenggalek Gus Ipin

Agoes Soerjanto mengungkapkan, sebenarnya GM FKPPI Jawa Timur sendiri juga sedang menahan diri karena merasa tersinggung melihat tindakan Robertus Robet saat berorasi di Aksi Kamisan pada 28 Februari 2019 mengenai dwifungsi ABRI.

“Karena begitu banyak keinginan untuk tidak sabar dan berkehendak mendatangi rumah Robet langsung karena tersinggung, tapi kami menahan diri, meminta anggota tenang dan percaya kepada polisi untuk mengusut tuntas kasus tersebut,” jelas Agoes, Kamis (7/3/2019) sore.

Agoes menegaskan, lagu yang dinyanyikan Robet dalam aksi tersebut merupakan lagu populer di kalangan demonstran 98, namun lagu tersebut sudah tidak kontekstual di era sekarang.

Persebaya Vs Persib, Cetak Gol Pembeda, Irfan Jaya Ungkap Dapat Motivasi Pelatih di Ruang Ganti

“ABRI telah berubah menjadi TNI atau Polri dan telah mereformasi diri menjadi TNI dan Polri yang profesional. Maka lagu tersebut bukan hanya tidak kontekstual tetapi juga sangat menghina,” tegasnya.

Dari itu, Agoes meminta semua kepada pihak untuk menjaga diri, karena saat ini sudah dekat pesta demokrasi, yakni Pemilu 2019, ada Pilpres dan Pileg yang akan berlangsung 17 April 2019.

“Jangan sampai atas nama demokrasi, semua pihak atau siapapun boleh sesuka hati menyampaikan kritik atau protes apapun pada negara dan semua pihak,” katanya.

Halaman
123
Penulis: Sofyan Arif Candra Sakti
Editor: Dwi Prastika
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved