Masa Tanggap Darurat Longsor Tambang Emas Ditambah, Pangkoarmada II : Maksimalkan Evakuasi

Panglima Koarmada II Laksda TNI Mintoro Yulianto memerintahkan Lantamal VIII Laksma TNI Gig JM Sipasulta untuk memaksimalkan evakuasi korban tambang

Masa Tanggap Darurat Longsor Tambang Emas Ditambah, Pangkoarmada II : Maksimalkan Evakuasi
istimewa
Petugas evakuasi korban tambang emas di Bakan, Lolayan, Bolaang Mongondow, Sulawesi Utara. 

Laporan Wartawan TribunJatim.com, Nur Ika Anisa

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Panglima Koarmada II Laksda TNI Mintoro Yulianto memerintahkan Lantamal VIII Laksma TNI Gig JM Sipasulta untuk memaksimalkan evakuasi korban tambang emas di Bakan, Lolayan, Bolaang Mongondow, Sulawesi Utara.

Koarmada II turut membantu evakuasi bencana alam longsor di tambang emas yang telah menelan banyak korban tersebut.

Sejumlah pasukan Batalyon Pertahanan Pangkalan (Yonmarhanlan) VIII Bitung telah dikerahkan sejak beberapa waktu lalu (27/2/2019).

"Mengingat masih banyak korban yang belum ditemukan, BNPB telah menambah masa tanggap darurat penanganan longsor di Mongondow sampai senin depa. (11/3/2019)," kata Kadispenkoarmada II Letkol Laut (P) Djawara Whimbo melalui rilis yang didapat, Kamis (7/3/2019).

Dari penambahan masa tanggap darurat tersebut, melalui rilisnya Pangkoarmada II Laksda TNI Mintoro Yulianto berharap proses evakuasi dimaksimalkan.

Komandan Batalyon Marinir Pertahanan Pangkalan VIII Bitung, Letkol Mar Nandang Permana Jaya bersama aparat dan warga setempat membantu evakuasi bencana tanah longsor di area tersebut.

Area tersebut diketahui merupakan pertambangan ilegal yang dikelola masyarakat sekitar Desa Bakan, Lolayan, Bolmong, Sulawesi Utara.

Kepala Rutan Kelas I Surabaya Tertarik Rekrut Ahmad Dhani Masuk Grup Band di Medaeng

Diguyur Hujan Deras, Jalan Antar Kecamatan di Tuban Longsor Sekitar 3 Meter, Berikut Titiknya!

Update Rekayasa Contra Flow Banjir di Jalan Tol Madiun

Dari data sementara, sebanyak 18 orang selamat dan 13 orang meninggal dunia dievakuasi.

"Sementara masih terdapat korban terperangkap di dalam gua yang permukaannya tertimbun batu-batu besar," tambah Whimbo.

Penulis: Nur Ika Anisa
Editor: Yoni Iskandar
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved