Rumah Politik Jatim

Angka Swing Voters Masih Tinggi, TKD Jatim: Kalau Dibagi Dua Jokowi-Ma'ruf Masih Unggul Jauh

Machfud Arifin menanggapi hasil survei PolMark yang mengatakan angka swing voters pada Pilpres 2019 masih tinggi, yaitu 48 persen.

Angka Swing Voters Masih Tinggi, TKD Jatim: Kalau Dibagi Dua Jokowi-Ma'ruf Masih Unggul Jauh
TRIBUNJATIM.COM/AQWAMIT THORIK
Ketua TKD Jatim Jokowi-Ma'ruf Amin, Machfud Arifin, usai menghadiri acara pembekalan Caleg Hanura se-Jawa Timur di Hotel Wyndham Surabaya, Senin (3/12/2018). 

Laporan Wartawan TribunJatim.com, Sofyan Arif Candra Sakti

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Ketua Tim Kampanye Daerah (TKD) Jokowi-Ma'ruf Amin untuk Jawa Timur, Machfud Arifin menanggapi hasil survei PolMark yang mengatakan angka swing voters pada Pilpres 2019 masih tinggi, yaitu 48 persen.

Machfud Arifin mengatakan, hasil survei tersebut sah-sah saja dan justru menjadi motivasi TKD Jatim untuk lebih giat turun door to door.

"Tapi katakanlah angka swing voters itu dibagi dua, (Jokowi-Ma'ruf) masih unggul jauh, jadi tidak usah takut," kata Machfud Arifin saat ditemui di Kantor TKD Jatim, Jalan Basuki Rahmat, Surabaya, Jumat (8/3/2019).

International Womens Day, Ketua TKD Jatim Sebut Keberpihakan Jokowi Pada Perempuan Sudah Terbukti

TKN Jokowi-Maruf Amin Bagi Zona Marking untuk Petakan Basis Dukungan di Tiap Daerah

Mantan Kapolda Jatim ini melanjutkan, mayoritas swing voters adalah pemilih yang pintar dan rasional yang mungkin masih menunggu debat untuk meyakinkan pilihannya.

"Bahkan bisa saja menunggu sampai debat kelima baru menentukan pilihan, dan saya yakin banyak yang akan ke Pak Jokowi," ucap Machfud Arifin.

Secara nasional, Machfud Arifin mengatakan, hasil survei dari beberapa lembaga menunjukkan bahwa Jokowi-Ma'ruf unggul dibandingkan Prabowo-Sandiaga dengan persentase yang bermacam-macam.

"Ada yang 30-54 ada yang 30-56 itu menunjukkan tren yang bagus untuk kemenangan Pak Jokowi, untuk di Jawa Timur sendiri sebentar lagi juga akan keluar survei," ucap Machfud Arifin.

Tindaklanjuti Laporan Penghadangan Prabowo Subianto di Surabaya, Bawaslu Klarifikasi Tiga Orang

Kamis Malam, Pemkot Surabaya Kirim Bantuan Kemanusiaan ke Madiun dan Ponorogo

Namun jika dilihat di lapangan, Machfud Arifin mengatakan, geliat dukungan kepada Jokowi-Ma'ruf semakin membesar, bahkan lebih besar jika dibandingkan Pemilu tahun 2014.

"Katakanlah di Madura yang kita pada tahun 2014 kalah, saat ini menunjukkan tren yang bagus, Bojonegoro kemudian Lamongan, Gresik juga ke Pak Jokowi," ucap Machfud Arifin.

Namun begitu, Machfud Arifin mengakui di titik-titik tersebut, suara untuk Jokowi-Ma'ruf masih perlu dipertebal, terutama Pacitan yang merupakan basis dari Ketum Demokrat, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).

Kunjungi Sumenep, Prabowo Subianto: Harus Antum Ingat, Kekayaan Kita Mengalir ke Luar Indonesia

Beredar Video Banjir di Alun-alun Ponorogo, Ipong Muchlissoni: Itu Hoax, Tidak Ada Banjir

"Tapi pada tahun 2014 saja Pak Jokowi yang belum siapa-siapa sudah menang di 24 kabupaten kota, dan saat ini Pak Jokowi sudah menunjukkan kinerjanya dan masyarakat yang merasakan manfaatnya, semoga semua bisa berpikir positif ke Pak Jokowi," ucap Machfud Arifin.

Satu-satunya lawan terberat bagi Jokowi saat ini menurut Machfud Arifin adalah berita hoax dan fitnah yang semakin menguat.

"Dan fitnah-fitnah tersebut bukan hanya ditujukan kepada Pak Jokowi, tapi bahkan KPU, ini cukup memprihatinkan karena merupakan suatu bentuk delegitimasi dan juga bentuk kepanikan," pungkasnya.

Penulis: Sofyan Arif Candra Sakti
Editor: Dwi Prastika
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved