Festival Balon Pertama di Surabaya Resmi Dibuka Hari Ini, Dihadiri 55 Balloon Artist se-Indonesia

Seremonial pembukaannya dilakukan oleh Lingga Fransiska selaku General Manager CWS bersama Leonard Suharli selaku owner Adalima Balloons.

Festival Balon Pertama di Surabaya Resmi Dibuka Hari Ini, Dihadiri 55 Balloon Artist se-Indonesia
TRIBUNJATIM.COM/HEFTY SUUD
Seremonial pembukaan IBAF 2019 bertempat di Ciputra World Surabaya Mall, Jumat (8/3/2019). 

Laporan Wartawan TribunJatim.com, Hefty's Suud

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Indonesian Balloon Art Festival (IBAF) 2019 hari ini resmi dibuka.

Seremonial pembukaannya dilakukan oleh Lingga Fransiska selaku General Manager CWS bersama Leonard Suharli selaku owner
Adalima Balloons, dan Januar Hartono selaku owner Nicorner.

Bertempat di Ciputra World Surabaya (CWS) Mall, Jumat (8/3/2019) ketiganya tampak meletuskan balon berwarna abu-abu untuk menandai dibukanya festival balon pertama di Surabaya itu.

IBAF 2019 mengangkat tema Enchanted Forest (Hutan Ajaib). Leonard menyampaikan, tema tersebut sengaja dipilih supaya para balloon artist dapat lebih mengeksplorasi warna dan bentuk balon.

Jangan Lewatkan Festival Balon Bertema Hutan Ajaib, Berlokasi di Oval Atrium Ciputra World Surabaya

"Area festival kali ini sedikit pebih besar dari yang tahun lalu ya, yaitu 400 meter persegi, jadi menurut kami akan menarik kalau dihadirkan bentuk balon berkerangka besar. Nah tema ini memungkinkan untuk adanya bentuk-bentuk yang besar," ujar Leonard.

Stephana Fevriera, promotion coordinator CWS Mall menambahkan, festival tersebut melibatkan kurang lebih 55 orang balloon artist berusia 17-60 tahun yang berasal dari berbagai kota di Indonesia. Karya dalam festival tersebut menggunakan kurang lebih 180 ribu balon.

Para balloon artist yang terlibat dalam acara tersebut merupakan anggota komunitas #indoballoonartistclub yang diprakarsai dan dibina oleh Adalima melalui kursus Adalima sejak 2012.

Nicholas Putra Hartono (17), ballon artist termuda di dunia adalah salah satu yang ikut menggarap IBAF 2019.

Berikut Agenda Perayaan HUT Kota Malang, Mulai Festival Budaya, Pasar Rakyat hingga Perlombaan

Diceritakannya, kreasi balon untuk festival tersebut sudah mulai dikerjakan sejak awal bulan Maret dan baru berhasil rampung pada pukul 03.00WIB dini hari tadi.

"Sebenarnya persiapan festival ini kurang lebih 6 bulan, cuma kan saat proses ada yang warnanya ternyata nggak sesuai, jadi kami harus mencari-cari pasnya gimana. Itu yang cukup memakan waktu," ujar Nicho.

Ballon artist lainnya dalam festival tersebut, yaitu Isabelle Noveline dari Bandung, mengaku senang sekaligus deg-degan dalam IBAF 2019 ini, karena ia dan timnya harus membuat sesuatu yang wow.

Sebab ini adalah pertamakalinya IBAF dihelat di Surabaya, setelah dua festival sebelumnya dilakukan di Jakarta.

Penulis: Hefty Suud
Editor: Melia Luthfi Husnika
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved