Gubernur Jatim, Khofifah: Waspadai Hidrometeorologi Hingga Maret, Mulai Banjir hingga Ombak Tinggi

Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa mengimbau seluruh masyarakat mewaspadai potensi fenomena hidrometeorologi hingga pertengahan Maret.

Gubernur Jatim, Khofifah: Waspadai Hidrometeorologi Hingga Maret, Mulai Banjir hingga Ombak Tinggi
SURYA/FATIMATUZ ZAHROH
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menyapa pengungsi di posko keselamatan di Kantor Pemerintahan Kabupaten Madiun di Desa Garon, Kecamatan Balerejo, Kamis (7/3/2019) pagi. 

TRIBUNJATIM.COM - Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa mengimbau seluruh masyarakat mewaspadai potensi fenomena  hidrometeorologi hingga pertengahan Maret.

Hidrometeorologi yang dimaksud Khofifah Indar Parawansa meliputi banjir, rob, banjir bandang, tanah longsor, dan angin puting beliung.

Berdasarkan informasi yang diperoleh dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), kondisi tersebut merupakan akibat beberapa fenomena atmosfer yang terpantau muncul secara bersamaan.

Hal ini membawa dampak meningkatnya potensi curah hujan di sejumlah wilayah di Indonesia, salah satunya Jawa Timur.

(Gubernur Khofifah Sapa Pengungsi Banjir Madiun, Dapati Bayi Nafisa Kekurangan Popok dan Makanan Bayi)

(Atasi Banjir di Madiun, Pemprov Jatim Akan Buka Sudetan, Khofifah : Maka Itu Baru Bisa Sustain)

"Nelayan di wilayah selatan Jawa Timur saya harap terus memantau fenomena ini sehingga dapat memastikan keamanan saat melaut. Mengingat BMKG menyebutkan  terdapat potensi gelombang tinggi 2,5 - 4 meter di wilayah Jawa Timur bagian Selatan," tuturnya.

Khofifah mengatakan, beberapa hari terakhir wilayah Jawa Timur terus diguyur hujan sedang hingga lebat.

Akibatnya, tidak kurang 15 Kabupaten/Kota di Jawa Timur dilanda banjir.

Selain Madiun, 14 kota atau kabupaten lainnya yakni Nganjuk, Ngawi, Magetan, Sidoarjo, Kabupaten Kediri, Bojonegoro, Tuban, Kabupaten Probolinggo, Gresik, Pacitan, Trenggalek, Ponorogo, Lamongan dan Kabupaten Blitar.

"Prioritas Pemprov saat ini adalah memastikan seluruh kebutuhan pengungsi dapat tercukupi dengan baik. Mudah-mudahan banjir segera surut sehingga seluruh pengungsi bisa segera kembali ke rumahnya masing-masing," tuturnya. 

Khofifah mengatakan, Pemprov terus melakukan koordinasi dengan Pemerintah baik Pusat maupun  Daerah yang  terdampak . Ia pun berharap Pemerintah Daerah setempat terus  pro aktif dan sigap dalam upaya penanganan bencana banjir.

(Humasprovjatim)

(Kota Blitar Dilanda Banjir, Hujan Deras Juga Sebabkan Tanah Longsor)

(Pemkab Madiun Tetapkan Status Darurat Banjir)

Editor: Anugrah Fitra Nurani
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved