Banyak Anak Eks Lokalisasi Yatim Piatu, 154 Pejabat Pemkot Surabaya Mau Jadi Orang Tua Asuh Mereka

Banyak Anak Eks Lokalisasi Yatim Piatu, 154 Pejabat Pemkot Surabaya Mau Jadi Orang Tua Asuh Mereka.

Penulis: Delya Octovie | Editor: Sudarma Adi
SURYA/HABIBURROHMAN
Walikota Surabaya Tri Rismaharini memotivasi undangan usai penyerahan buku tabungan di Graha Sawunggaling Surabaya, Sabtu (9/3/2019). Santunan pada anak Yatim piatu ini merupakan hasil dari donasi ASN Pemkot Surabaya sebagai bagian dari program orang tua asuh. 

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Pemerintah Kota Surabaya berupaya menunjukkan kepeduliannya terhadap anak-anak yatim piatu penghuni eks lokalisasi, dengan menjadikan 154 pejabat Pemkot Surabaya sebagai orang tua asuh mereka.

Total terdapat 163 anak yatim yang mendapat santunan seperti uang sekolah, uang saku dan uang makan.

Anak-anak yang dipilih tersebut berasal dari tiga kawasan eks lokalisasi, yakni Sememi, Putat Jaya dan Krembangan.

Pagar Hotel Inna Simpang Akhirnya Dibongkar, Pemkot Surabaya Bayar Pembebasan Lahan Rp 22,6 Miliar

Pemkot Surabaya Buka Posko Bantuan Madiun dan Probolinggo di Balai Kota, Ini yang Dibutuhkan

Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini, menyebut program ini muncul setelah ia mengetahui data banyaknya anak-anak eks lokalisasi yang menjadi yatim piatu.

Kebanyakan anak-anak tersebut tinggal bersama saudara atau diasuh oleh nenek-neneknya.

Pemkot Surabaya Siap Buka Empat Lajur Jalan Gubeng, Masih Tunggu Pemasangan Box Culvert

Keinginan Pemkot Surabaya Alih Kelola SMA/SMK, Khofifah : Harus Mengubah Aturan UU Lebih Dulu

“Nah, anak-anak ini tentunya membutuhkan uang untuk sekolah. Kadang mereka juga minder saat tidak punya uang saku untuk sekolah, makanya kita perlu bantu,” kata Wali Kota Risma dalam sambutannya saat acara penyerahan buku tabungan kepada anak yatim, piatu, dan yatim piatu program orang tua asuh di Graha Sawunggaling, Sabtu (9/3/2019).

Ia pun meminta pada orang tua atau saudara anak yatim piatu supaya menjaga amanah dari para pejabat Pemkot Surabaya.

Kemudian, jika ada permasalahan keluarga, jangan sampai mengganggu amanah tersebut.

“Bagaimana mungkin dia bisa menjadi direktur atau manajer kalau dia tidak punya ijazah. Jadi tolong dijaga aman ini karena tidak mungkin mereka bisa mengubah nasibnya kalau mereka tidak sekolah,” ujarnya.

Risma juga memberikan motivasi kepada anak-anak yatim piatu, yang mendapatkan orang tua asuh.

Ia ingin supaya anak-anak itu tidak malu dan tidak minder, kalau hanya tidak punya sepatu bagus dan tas bagus.

Sebab, hal itu tidak berhubungan dan tidak ada kaitannya dengan kepintaran dan kesuksesan.

“Kepada anak-anakku semuanya, sekarang kalian sudah punya biaya untuk sekolah, dan saat ini tidak ada alasan lagi bahwa kalian tidak punya uang untuk biaya sekolah.

Mulai sekarang maju terus meskipun sepatu kalian jelek dan baju kalian jelek, karena bukan itu yang menjadikan kalian sukses dan berhasil. Kalian bisa sukses karena kemauan kalian, bukan orang lain,” tuturnya.

Ia lalu menyampaikan rasa terima kasih atas kesediaan para pejabat Pemkot, yang mau menjadi orang tua asuh dan bersedia membantu anak-anak yatim.

“Percayalah bahwa kita tidak akan semakin miskin hanya karena membantu mereka. Mudah-mudahan teman-teman yang lakukan ini bisa membantu mereka. Saya tidak bisa membalas apa-apa dan yakinlah bahwa anak-anak ini akan mendoakan teman-teman pemkot,” katanya.

Sumber: Tribun Jatim
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved