Luapan Air Bengawan Solo, Banjir di Lamongan Meluas Capai 16 Desa di 5 Kecamatan, 481 Rumah Terendam

Luapan Air Bengawan Solo, Banjir di Lamongan Meluas Capai 16 Desa di 5 Kecamatan, 481 Rumah Terendam.

Luapan Air Bengawan Solo, Banjir di Lamongan Meluas Capai 16 Desa di 5 Kecamatan, 481 Rumah Terendam
TRIBUNJATIM.COM/HANIF MANSHURI
Kondisi banjir di Lamongan semakin meluas, jumlah rumah, desa dan kecamatan terendam semakin banyak. 

TRIBUNJATIM.COM, LAMONGAN - Banjir akibat luapan sungai Bengawan Solo di Lamongan kini semakin meluas di 16 desa di 5 kecamatan.

Bertambah banyaknya desa yang terendam banjir, semata lantaran kiriman air dari hulu sungai Bengawan Solo semakin besar.

Menurut Ketua Satlak Penanggulangan Bencana Alam Lamongan, Yuhronur Efendi kepada TribunJatim.com, Sabtu (09/03/2019) mengungkapkan,
data menunjukkan, 16 desa di 5 kecamatan yang kini terkena imbas luapan Bengawan Solo.

Bencana Banjir, Kapolres Lamongan Beri Bantuan & Dirikan Posko Siaga Bencana, Dijaga Polisi 24 Jam

Bengawan Solo Meluap, Gedung SDN Plangwot 1 Lamongan Kebanjiran 50 cm, Belajar Dipindah ke Musala

Itu jumlah desa dan wilayah kecamatan bertambah.

Sejumlah desa yang kebanjiran di antaranya, Kelurahan Banaran di Kecamatan Babat, Desa Jangkungkusumo di Kecamatan Maduran, Desa Mertani di Kecamatan Karanggeneng.

Luapan Air Bengawan Solo Juga Jebolkan Tanggul di Glagah Lamongan

Pengedar Sabu-sabu di Lamongan Diciduk Polisi Saat Akan Bertransaksi di Tempat Pemakaman Umum

Di Kecamatan Glagah, banjir merendam 4 desa, yaitu Desa Meluwur, Karangturi, Konang dan Mendolo.

"Untuk kecamatan Laren terbanyak yang terkena imbas luapan Bengawan Solo, yaitu Desa Durikulon, Keduyung, Pesanggrahan, Bulutigo, Mojoasem, Plangwot, Laren, Siser dan Centini," katanya.

Menurut Yuhronur, ada 481 rumah yang terendam tersebar di 16 desa di 5 kecamatan dengan ketinggian air bervariasi antara 30 sentimeter hingga 60 sentimeter.

Rumah yang terbanyak terendam, ada di Kecamatan Laren yaitu sebanyak 373 rumah terendam.

Sedang untuk lahan pertanian yang terendam belum bisa diakumulasi, karena masih terus melakukan pendataan.

Halaman
12
Penulis: Hanif Manshuri
Editor: Sudarma Adi
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved