45 Persen Kecelakaan Lalu Lintas di Surabaya Libatkan Anak Milenial, Karena Terburu-buru & Alkohol

45 Persen Kecelakaan Lalu Lintas di Surabaya Libatkan Anak Millenial, Karena Terburu-buru & Alkohol.

45 Persen Kecelakaan Lalu Lintas di Surabaya Libatkan Anak Milenial, Karena Terburu-buru & Alkohol
Ilustrasi kecelakaan 

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Kecelakaan lalu lintas melibatkan pengendara berusia millenial (17-35 tahun) menjadi perhatian berbagai pihak.

Kasat Lantas Polrestabes Surabaya AKBP Eva Guna Pandia menyebut angka kecelakaan lalu lintas melibatkan millenial di Surabaya, mencapai 45 persen.

KRL Anjlok di Bogor, Penumpang Ceritakan Detik-Detik Kecelakaan, KRL Sempat Berhenti

Tekan Kecelakaan pada Generasi Milenial, Polres Gresik Gelar Talk Show Custom Bike & Safety Riding

"45 persen melibatkan anak generasi millenial, maka dari itu kami mendekatkan diri lagi bukan hanya mereka tapi juga masyarakat agar tertib berlalu lintas. Kami merangkul seluruh lapisan masyarakat," kata Kasat Lantas Polrestabes Surabaya AKBP Eva Guna Pandia, Minggu (10/4/2019).

Pandia berharap dengan adanya acara Millenial Road Festival ini dapat meningkatkan kesadaran masyarakat tentang keselamatan berlalu lintas.

Rawan Picu Kecelakaan, Ringroad Mojoagung Jadi Area Parkir Liar Truk Barang

"Kami selalu mengimbau ke mereka, selalu tertib berlalu lintas. Sekarang bagaimana kesadaran mereka, mau tertib apa tidak. Kalau mau tertib, kami yakin bisa menekan angka kecelakaan lalu lintas," kata Pandia.

Kesadaran tertib berlalu lintas dinilainya sangat penting untuk keselamatan diri sendiri maupun pengendara lain.

Pandia menyebut beberapa kasus seperti pengaruh alkohol dan berangkat ke lokasi tujuan dengan terburu-buru menjadi contoh yang menyebabkan kecelakaan lantaran tidak adanya kesadaran masyarakat.

"Kadang, mereka belum menyadari bahaya seperti minum alkohol saat berkendara, buru- buru berangkat sekolah mepet waktu dan terjadilah kecelakaan. Pelanggaran pelajar belum memiliki sim, melawan arus, tidak pakai helm dan berboncengan tiga," terang Pandia.

Sementara jumlah kematian karena kecelakaan, Pandia menyebut cukup menurun dibanding tahun sebelumnya.

"Tahun kemarin ada 9, tahun 2017 ada 13 ini cukup menurun. Kesadaran masyarakat sebenernya cukup tinggi tapi pertambahan sepeda motor di Surabaya bisa 10 persen per bulan, sehingga kita harus mengajak kembali tertib berlalu lintas," pungkasnya.

Penulis: Nur Ika Anisa
Editor: Sudarma Adi
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved