Dinas Pertanian Jatim Siapkan Langkah Recovery untuk Lahan Para Petani Padi yang Terdampak Banjir

Dinas Pertanian Provinsi Jatim sudah menyiapkan beberapa langkah untuk recovery atau pemulihan kembali para petani yang lahannya terdampar banjir.

Dinas Pertanian Jatim Siapkan Langkah Recovery untuk Lahan Para Petani Padi yang Terdampak Banjir
SURYA.CO.ID/DAVID YOHANES
Lahan pertanian di Kecamatan Panggul, Trenggalek rusak dilanda banjir bandang. 

Laporan Wartawan TribunJatim.com, Sofyan Arif Candra Sakti

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Dinas Pertanian Provinsi Jatim sudah menyiapkan beberapa langkah untuk recovery atau pemulihan kembali para petani yang lahannya terdampar banjir.

Kepala Dinas Pertanian Provinsi Jatim, Hadi Sulistyo mengatakan langkah pertama yang akan dilakukan adalah dengan bantuan advokasi untuk mendapatkan asuransi.

Terutama bagi petani yang ikut program Asuransi Usaha Tani Padi (AUTP).

Dinas Pertanian Jatim Pastikan Banjir yang Melanda Sejumlah Kabupaten Tak Pengaruhi Produksi Beras

Luapan Air Bengawan Solo, Banjir di Lamongan Meluas Capai 16 Desa di 5 Kecamatan, 481 Rumah Terendam

"Kalau kerusakannya minimal 70 persen. Itu akan diganti oleh Jasindo, enam juta per hektar," kata Hadi, Minggu (10/3/2019).

Selain itu, pemerintah juga akan menyiapkan subsidi benih padi untuk musim tanam ke depannya.

"Ini sementara dari pusat dari APBN, karena Jatim cadangannya sudah habis nanti kita ajukan di PAPBD ini," lanjut Hadi.

Secara keseluruhan, banjir yang melanda beberapa wilayah di Jatim ini tidak banyak mempengaruhi produksi beras di Jatim apalagi sampai ke stabilitas harga.

Bencana Banjir, Kapolres Lamongan Beri Bantuan & Dirikan Posko Siaga Bencana, Dijaga Polisi 24 Jam

Perjuangan Korban Banjir di Dekat Tol Ngawi-Kertosono, Hindari Hewan Melata hingga Nyaris Tenggelam

Hal tersebut karena dari 1,1 juta hektar lahan pertanian di Jatim, tidak sampai 1 persen yang terdampak musibah banjir ini.

Selain itu, Hadi melanjutkan, ketersediaan beras di Jatim pada periode Januari sampai April 2019 mengalami surplus hingga 2 juta ton.

Ia mengungkapkan, potensi ketersediaan beras periode Januari-April 2019 di Jatim diprakirakan mencapai 3.215.545 ton

Sementara rancangan konsumsi beras di Jatim untuk periode Januari sampai April 2019 hanya sebesar 1.188.971 ton, sehingga masih surplus lebih kurang 2 juta ton.

Penulis: Sofyan Arif Candra Sakti
Editor: Arie Noer Rachmawati
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved