Dua Bandit di Malang Curi Motor Selama 2 Tahun, Polda Jatim Tembak Kaki Mereka

Dua Bandit di Malang Curi Motor Selama 2 Tahun, Polda Jatim Tembak Kaki Mereka.

Dua Bandit di Malang Curi Motor Selama 2 Tahun, Polda Jatim Tembak Kaki Mereka
SURYA/MOHAMMAD ROMADONI
Kasubdit III Jatanras AKBP Leonard Sinambela membeberkan barang bukti pelaku spesialis pencurian motor di Malang. 

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Anggota Unit IV Premanisme Jatanras Ditreskrimum Polda Jatim menembak dua bandit spesialis Pencurian Kendaraan Bermotor (Curanmor) yang beraksi di beberapa lokasi di Kabupaten Malang.

Dua pelaku Curamor ditembak di bagian kaki, karena berupaya melawan melarikan diri ketika hendak ditangkap.

Aksi Pencurian Dua Sepeda Angin di Perumahan Mojokerto Ini Terekam CCTV, Pelaku Langsung Kabur

Terekam CCTV saat Lakukan Pencurian, Kakak Beradik di Surabaya Ini Digelandang Polsek Tegalsari

Adapun identitas kedua pelaku Curanmor itu bernama Mulason alias Bokir (29) dan Yudin (31) yang merupakan warga Dusun Sidoluhur, Kecamatan Lawang, Kabupaten Malang.

Kasubdit III Jatanras, AKBP Leonard Sinambela menjelaskan, dua pelaku ini sudah beraksi mencuri motor di berbagai lokasi di Malang.

Spesialis Pencurian Rumah Kosong Dibekuk Polisi, Simak Bagaimana Aksi Pencuriannya Dilakukan

Dari penangkapan ini pihaknya mengamankan 17 motor hasil kejahatan.

"Kedua tersangka ini mencuri motor di Malang selama dua tahun," ungkapnya di Mapolda Jatim, Senin (11/3/2019).

Leo mengatakan, adapun modus operandi pencurian motor, kedua pelaku mengendarai motor Honda Beat N 5811 HE berkeliling untuk mencari sasaran motor yang diparkir di teras rumah maupun pertokoan di Malang.

Saat itu, pelaku mencuri motor Honda Revo N 2131 FG di area persawahan Jl Kampung Santren Desa Ngembal Kecamatan Wajak Kabupaten Malang.

Pelaku memakai kunci letter T untuk merusak kunci kontak motor milik korban Ahmad Dimyati Rohmatulloh.

Dia menambahkan pihaknya juga menangkap penadah motor curian bernama Latip (37) warga Kelurahan Srigading, Kecamatan Lawang Malang.

"Pelaku menjual motor curian ke panadah harganya bervariasi menyesuaikan kondisi motor mulai dari Rp 1 juta hingga Rp 2,5 juta," jelas Leo.

Dikatakannya, pelaku Yudin merupakan residivis pencurian aki truk yang pernah ditahan di Polres Malang.

Hasil penjualan motor curian dibagi rata, masing-masing 50 persen dari total uang yang diperolehnya.

Uang hasil penjualan motor itu dipakai pelaku untuk kebutuhan hidup sehari-hari.

"Kedua pelaku ini paling sering mencuri motor di area persawahan dan perkebunan di Malang," pungkasnya.

Penulis: Mohammad Romadoni
Editor: Sudarma Adi
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved