Hari Kopi Nasional 2019, Dinas Perkebunan Jawa Timur Dorong Produktivitas Kopi Arabika

Dinas Perkebunan Provinsi Jawa Timur fokus mendorong pengembangan budi daya kopi Arabika di kalangan petani.

Hari Kopi Nasional 2019, Dinas Perkebunan Jawa Timur Dorong Produktivitas Kopi Arabika
SURYA/DAVID YOHANES
Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) Kediri, Djoko Raharto manawarkan biji kopi arabika kobra, dalam lelang kopi di Jurang Senggani, Desa Nglurup, Kecamatan Sendang, Tulungagung, Senin (25/2/2019). 

Laporan Wartawan TribunJatim.com, Sofyan Arif Candra Sakti

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Dinas Perkebunan Provinsi Jawa Timur fokus mendorong pengembangan budi daya kopi Arabika di kalangan petani.

Hal tersebut diungkapkan Kasi Pengembangan Usaha dan Pemasaran Dinas Perkebunan Provinsi Jawa Timur, Djoni Meidia Laksito saat menghadiri Peringatan Hari Kopi Nasional 2019 yang diselenggarakan oleh Bank Indonesia bekerja sama dengan Pemprov Jawa Timur dan Dewan Kopi Jawa Timur, di Museum Javasche Bank, Jalan Garuda Surabaya, Senin (11/3/2019).

‎Banyuwangi dan BPPT Sepakati Garap Pengembangan Kopi dan Cokelat dari Hulu ke Hilir

Djoni menyebutkan salah satu faktor Disbun Jatim mendorong pengembangan kopi Arabika adalah harga yang tinggi.

"Arabika nilainya lebih tinggi, yaitu Rp 75 ribu per kilo yang masih biji, yang roasting Rp 100 ribu lebih, kalau Robusta yang biji Rp 30 ribu, yang sudah roasting Rp 60-70 ribu," kata Djoni.

Pada tahun 2017 sendiri, Djoni menyebutkan petani Jawa Timur mampu memproduksi 6.829 ton kopi Arabika, sedangkan untuk kopi Robusta, petani kopi di Jawa Timur bisa memproduksi 31.017 ton.

Gandeng Komunitas Kopi, Stasiun Kota Baru Malang Bagi-bagi Kopi Gratis ke Penumpang Selama Dua Hari

"Permintaan kopi Arabika ini sangat tinggi terutama untuk diekspor, kalau permintaan lokal memang yang lebih banyak masih kopi Robusta," ucap Djoni.

Namun begitu, Djoni menjelaskan, pada tahun 2020 diprediksi konsumsi kopi dunia mencapai 9.96 juta ton.

Dengan predisi tersebut, Djoni mengatakan akan terjadi defisit produksi, karena produksi kopi stagnan pada angka lebih kurang 9 juta ton.

Fakta Penundaan Konser Hadapi dengan Senyuman Ahmad Dhani, Masalah sampai Teriakan Ganti Presiden

"Untuk itu kami terus menggenjot budi daya kopi Arabika karena potensi pasar internasional sangat tinggi, tapi bukan berarti produksi Robusta kita abaikan karena permintaan lokal kita masih Robusta," ucapnya.

Yuk Subscribe YouTube Channel TribunJatim.com:

Penulis: Sofyan Arif Candra Sakti
Editor: Dwi Prastika
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved