Petani Bawang Kabupaten Nganjuk Bakal Dapat Teknologi Berbasis Aplikasi untuk Tingkatkan Harga Jual

Para petani bawang di Kabupaten Nganjuk bakal mendapatkan sentuhan teknologi informasi berbentuk aplikasi untuk alat pemantau harga jual bawang.

Petani Bawang Kabupaten Nganjuk Bakal Dapat Teknologi Berbasis Aplikasi untuk Tingkatkan Harga Jual
SURYA.CO.ID/FATIMATUZ ZAHROH
Menkominfo Rudiantara (kiri) saat di acara MoU bersama Muslimat NU Nganjuk, Minggu (10/3/2019). 

TRIBUNJATIM.COM, NGANJUK - Para petani bawang di Kabupaten Nganjuk bakal mendapatkan sentuhan teknologi informasi berbentuk aplikasi untuk alat pemantau harga jual bawang dan peningkatan kesejahteraan petani.

Hal itu sebagaimana dijanjikan oleh Menteri Kominfo RI Rudiantara yang datang di Desa Gempol Kecamatan Rejoso Kabupaten Nganjuk, Minggu (10/3/2019).

Rudiantara mengatakan bahwa selama ini banyak petani yang mengeluhkan harga jual bawang jauh lebih rendah dibandingkan harga beli konsumen. Sehingga hal itu menyebabkan kesenjangan harga dan dianggap merugikan petani.

"Saya akan kirim orang agar harga jual petani di Kabupaten Nganjuk naik, tapi harga beli konsumen turun," kata Menteri Kominfo Rudiantara kepada warga desa Gempol yang mayoritas adalah petani bawang dalam acara harlah Muslimat NU di desa Gempol Kecamatan Rejoso itu. 

Jelang Pemilu 2019, Menkominfo Sebut Ada 700 Lebih Kasus Hoaks yang Beredar, Paling Banyak Februari

Ia menyontohkan saat ini harga beli konsumen di toko atau eceran sampai Rp20.000 per kilogram. Padahal harga jual oleh petani berkisar antara Rp13.000 per kilogramnya.  Ada selisih jauh dimana harga beli konsumen jauh lebih mahal dibandingkan harga  jual petani. 

"Nah kemana selisih harga jual petani  dan harga beli konsumen? Selisih harga itu ada di makelar," tandas Rudiantara

Oleh sebab itu untuk memangkas selisih tersebut dan menaikkan harga jual petani dan menurunkan harga beli konsumen bisa dilakukan dengan sistem aplikasi digital. 

"Sistem aplikasi ini kami sudah uji coba di Brebes. Ternyata setelah kami teliti saat bawang masih dijemur oleh petani sudah datang pengepul, dan sampai ke penjual kulaan dibawa ke kota kabupaten lain hingga akhirnya bisa mencapai Rp20.000 ke atas," bebernya.

Oleh sebab itu dengan bantuan aplikasi digital ini diharapkan petani bisa memantau harga jual dan juga harga beli di pasaran sehingga tidak sampai terjadi peningkatan harga yang berlebihan dari tangan petani ke tangan konsumen.

"Kami bukannya ingin mereka mati atau para makelar itu mati tapi kita harus menjadi lebih baik. Maka butuh petani dikumpulkan, Badan Usaha Milik Desa (BUMDES) juga kita akan kumpulkan, BUMDES ini yang akan mengklasifikasikan bahwa mana yang berkualitas sesuai dengan gradenya," tegasnya.

Kecelakaan Maut Mobil Ertiga Tabrak Guardrail di Tol Madiun-Nganjuk, Bocah 4 Tahun Tewas di Tempat

Halaman
12
Penulis: Fatimatuz Zahroh
Editor: Melia Luthfi Husnika
Sumber: Surya
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved