OTT Ketua Umum PPP

Minta Menteri Agama Direshuffle, Ikatan Gus-Gus Indonesia: Para Kiai Keluhkan Kinerja Menteri Lukman

Ketua Ikatan Gus-Gus Indonesia (IGGI), Ahmad Fahrur Rozi (Gus Fahrur) mendesak agar Presiden Jokowi me-reshuffle Menteri Agama, Lukman Hakim Saifuddin

KOMPAS.com/ IWAN BAHAGIA
Menteri Agama RI, Lukman Hakim Saifuddin saat menerima kenang-kenangan dari masyarakat berupa syal dan tas khas kerawang Gayo Lues di sekitar stan pameran expo madrasah IV Porseni XV Aceh di Lapangan Musara Alun, Takengon, Aceh Tengah, Kamis (4/8/2016). 

 Laporan Wartawan TribunJatim.com, Sofyan Arif Candra Sakti

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Ketua Ikatan Gus-Gus Indonesia (IGGI), Ahmad Fahrur Rozi (Gus Fahrur) mendesak agar Presiden Jokowi me-reshuffle Menteri Agama, Lukman Hakim Saifuddin.

Ada beberapa hal yang membuat IGGI mendesak agar Lukman Hakim Saifuddin diganti.

Yang pertama adalah adanya dugaan jual beli jabatan di lingkungan Kementerian Agama yang tengah diusut KPK.

Efeknya, nama ketua umum PPP, Romahurmuziy ikut terseret dan kini ditetapkan sebagai tersangka.

(Sebelum Ditangkap KPK, Romahurmuzy Sudah Terima Setoran Rp 250 Juta dari Haris Hasanuddin)

(Fakta-fakta Surat Terbuka Romahurmuziy: Merasa Dijebak hingga Minta Anak Abaikan Teman yang Membully)

Dugaan jual beli jabatan di lingkungan Kemenag, kata Gus Fahrur, sebenarnya sebuah rahasia umum.

Sehingga ketika ada OTT KPK terkait dugaan jual beli jabatan di Kemenag, Gus Fahrur tidak terkejut.

“Ini tinggal membuktikan saja, jika terbukti atau ada indikasi awal pengaturan jual beli jabatan, maka KPK harus menuntaskannya,” kata Gus Fahrur, Sabtu (16/3/2019).

Menurut Gus Fahrur, kalangan pesantren sendiri sebenarnya sudah sering menyuarakannya dan mengingatkan adanya jual beli jabatan.

Namun Kementerian Agama seolah mengacuhkannya. untuk itu, kata Gus Fahrur dan banyak kiai menginginkan menteri agama diganti.

"Bahkan saya pernah mendengar langsung beberapa kiai mengeluhkan kinerja menteri agama yang kurang peduli terhadap pesantren salaf,” kata pengasuh Pesantren An Nur 1, Bululawang, Malang ini.

(Ketua PPP Romahurmuziy Kena OTT KPK, Begini Komentar Sekretaris TKN Jokowi-Maruf Amin)

(Humas : Kanwil Kemenag Provinsi Jawa Timur Prihatin Pimpinannya Kena OTT)

Gus  Fahrur mengklaim, para Kiai bahkan sudah merasa seperti tidak memiliki Menteri Agama.

Karena hampir setiap undangan acara, Menteri Agama sangat jarang hadir.

Bahkan meski acara itu digelar pesantren-pesantren besar dengan jumlah santri lebih dari lima ribu orang.

Gus Fahrur yang juga pengurus wilayah NU Jawa Timur ini mengatakan, selain kiai, PWNU juga merasa berjarak dengan Menteri Agama.

“Aspirasi kiai-kiai dan PWNU tentang jabatan Kakanwil tidak digubris, padahal sudah disampaikan secara lisan dan tulisan,” ujarnya.

Karenanya, para kiai menginginkan menteri agama yang berasal dari pesantren tradisional atau salafiyah, agar mengerti kebutuhan mayoritas pesantren khas Indonesia yang banyak berusia ratusan tahun sebelum Indonesia merdeka.

“Jadi Menteri Agama sebaiknya bukan pengurus partai tapi dari unsur ormas Islam terbesar di Indonesia,” kata Gus Fahrur.

(Keluarga Kakanwil Kemenag Jatim Sudah Tahu OTT KPK, Hanya Saja Sampai Saat Ini Belum Bisa Komunikasi)

(Ditjen Pendis Kemenag Sarankan NISN Siswa Perlu Dimutakhirkan Emis Pendis untuk Pendaftaran UTBK)

Sumber: Tribun Jatim
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved