Pasutri di Dungkek Pertanyakan Kasus Pencabulan Putrinya yang 7 Bulan Tak Usai ke Polres Sumenep

Kasus pencabulan anak di bawah umur di Dungkek Sumenep kini memasuki 7 bulan pengusutan Polres Sumenep.

Pasutri di Dungkek Pertanyakan Kasus Pencabulan Putrinya yang 7 Bulan Tak Usai ke Polres Sumenep
TRIBUNMADURA.COM/ALI HAFIDS SYAHBANA
Muji, (40) dan Istrinya Kinada, (35) mendatangi Polres Sumenep pada Jumat (15/3/2019). Mereka mempertanyakan proses pengusutan kasus pencabulan yang dialami anaknya pada Juli 2018 lalu. 

Dia mengklaim penyelidikan kasus ini tetap berjalan dan sudah masuk tahap penyidikan.

"Tetap kita tindak lanjuti, dan bahkan telah melakukan upaya penangkapan terhadap yang diduga pelaku pencabulan itu, tapi pelakunya lolos," kata Heri saat ditemui di ruang kerjanya.

Ia mengelak jika dituding terindikasi bermain mata, yaitu penyidik polisi dengan kasus yang dikembangkan itu.

"Itu tidak seperti itu lah, bahkan kasus itu sudah ada perintah penangkapan terlapor," kata mantan Kapolsek Kota Sumenep.

(Caleg Kabur Seusai Dilaporkan Cabuli Anak Selama 8 Tahun, Terungkap Nasibnya Kini hingga Fakta Kasus)

(Kasus Pencabulan Siswi-siswi SDN Kauman Tiga, Polres Malang Tetapkan Guru IM Sebagai Tersangka)

Kasus ini terjadi pada Juli 2018 lalu. Seorang remaja berinisial V (14) warga Desa Banraas, Kecamatan Dungkek dilaporkan menjadi korban aksi pencabulan.

Diduga pelakunya berinisial KU, warga setempat. Tempat kejadian perkara ada di rumah nenek korban.

Reporter: TribunMadura.com, Ali Hafidz Syahbana

Attachments area

Penulis: Ali Hafidz Syahbana
Editor: Anugrah Fitra Nurani
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved