Pertama di Surabaya, Seniman IBAF Kolaborasi Kids Fashion, Buat Busana Anak dengan Aksesoris Balon

Pertama di Surabaya, Seniman IBAF Kolaborasi Kids Fashion, Buat Busana Anak dengan Aksesoris Balon

Pertama di Surabaya, Seniman IBAF Kolaborasi Kids Fashion, Buat Busana Anak dengan Aksesoris Balon
SURYA/AHMAD ZAIMUL HAQ
Kids Fashion Runway, kolaborasi seniman IBAF 2019 dan Georgina Rose by Diana Halim menutup helatan IBAF 2019 di Ciputra World Mall Surabaya, Minggu (18/3/2019). 

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Kids Fashion Runway mungkin sudah menjadi hal yang biasa.

Namun bagaimana dengan Kids Fashion Runway yang dipadukan dengan kreasi kesenian balon?

Kolaborasi Georgina Rose, label busana anak rancangan Diana Halim dengan seniman Indonesia Ballon Art Fesfival (IBAF) 2019 kemarin, Minggu (17/3/2019) menjadi fashion show busana anak pertama yang mengenakan aksesoris berupa balon.

Jangan Lewatkan Festival Balon Bertema Hutan Ajaib, Berlokasi di Oval Atrium Ciputra World Surabaya

Mau Dapat Angpao Voucher Menginap di Hotel? Yuk Foto di Fortune Bridge Ciputra World Surabaya

"Kami sangat excited, ini pertamakalinya IBAF ke Surabaya dan pertamakalinya juga mendapatkan kesempatan berkolaborasi dengan label fashion busana anak. Tenyata balon juga bisa dibuat menjadi sesuatu yang trendy," ujar Leonard Suharli, owner Adalima Balloons.

Bertempat di Void Atrium Ciputra World Surabaya Mall, balon-balon latex produksi Adalima Balloons dikreasikan menjadi aksesoris berbentuk sayap kupu-kupu, bulu peacock, merak, melengkapi busana bertema Unicorn rancangan Diana Halim.

Mau Foto Bersama Tokoh Kartun We Bare Bears ? Bisa Tukar Struk Belanja di Ciputra World Surabaya

Diceritakan Leo, sapaan akrab Leonard, aksesoris tersebut dipersiapkan oleh beberapa seniman IBAF 2019 dalam waktu yang terbilang sangat singkat, yaitu dua hari.

Koordinasi antara seniman balon dengan desainer, menurut Leo, membuat aksesoris berbentuk sayap itu dapat terselesaikan dengan tepat dan sesuai tema busana.

"Kami mencoba membuat bentuk yamg sesuai dengan tema pameran IBAF 2019 yaitu Enchanted Forest dan tema busana Unicorn.

Kebetulan keduanya ini saling berkesinambungan, ceritanya di dalam Enchanted Forest ini hidup hewan-hewan mistis, Unicorn adalah salah satunya. Jadi seniman kami mengkreasikan bentuk aksesorisnya untuk memperkuat representasi hewan mistis yang hidup di dalam hutan tersebut," papar Leo.

Selain membuat kreasi sesuai tema, menurut Leo, kesulitannya membuat aksesoris untuk fashion show anak sebenarnya lebih kepada teknis, yaitu bagaimana membuat kreasi yang tidak membebani dan membatasi ruang gerak anak-anak.

"Gimana supaya anak-anak nggak sakit dan berat memakainya itu lebih penting," tukas Leo.

Setelah sukses melakukannya kemarin, Leo berharap ke depan akan terbuka lagi kesempatan yang disebutnya sangat menarik, yaitu memadukan kesenian balon dan fashion dalam satu panggung.

Penulis: Hefty Suud
Editor: Sudarma Adi
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved